
Gunungkidul, kabarterdepan.com – Kondisi hujan menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani jagung dan kacang tanah di Gunung Kidul kawasan selatan. Produksi komoditas jagung dan kacang tanah dapat diwujudkan di musim panen kedua ini.Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharja Yuwono menyampaikan dengan adanya hujan panen kacang dan jagung pada musim panen kedua ini bisa lancar tanpa membuat oncoran untuk menggemburkan tanah, salah satunya di Kapanewon Tanjungsari.
Pihaknya menyampaikan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) maupun Dinas Pertanian dan Pangan telah melakukan pendampingan kepada para petani hingga musim kedua panen ini. Komoditas tersebut berbeda dengan komoditas yang ditanam di musim panen pertama.
“Ini terjadi di lahan kering yang musim pertamanya tanam padi gogo,” katanya saat dihubungi kabarterdepan.com pada Selasa (13/5/2025).
Pendampingan Untuk Petani Jagung
Adapun pendampingan yang dilakukan oleh PP mulai dari pemenuhan kebutuhan pupuk, teknologi tanam, pemilihan bibit serta kebutuhan air.
Untuk musim panen ke-3 para petani disebutnya berinisiatif untuk memanen ubi kayu. “Untuk ubi kayu juga didampingi oleh PPL dalam pasca panen nantinya sehingga tidak ada kerusakan hasil lewat pemanenan dan pengeringan yang benar,” katanya.
Raharja menyebut kebanyakan ubi kayu diolah menjadi makanan tradisional geplek. Dengan pendampingan yang teratur, nantinya olahan makanan dapat memiliki kualitas yang bermutu. “Tidak hanya geplek, tapi juga olahan ubi kayu lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa Pemkab Gunungkidul juga telah menggelontorkan bantuan mesin kepada para petani setiap usai panen ubi kayu. Kendati begitu ia menyampaikan saat ini disebutnya belum semua kelompok tani terlayani.
Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Tanjungsari, Murwanto menyampaikan bahwa 80 persen tanaman kacang di Kapanewon Tanjungsari telah dipanen dengan hasil yang memuaskan. Total luas tanah di kacang tanah di wilayah tersebut mencapai 1,8 hektare.
“Sudah ditanam sejak awal Februari 2025, setelah 90 hari kemudian di panen. Hampir seluruhnya telah dipanen, didukung adanya hujan awal Mei,” katanya. (Hadid Husaini)
