Hoaks Pesan Berantai Soal “PETRUS” di WhatsApp, Dinilai Provokatif

Avatar of Redaksi
MEITU 20250903 210231326 11zon
Pernyataan informasi pesan berantai “PETRUS” di WhatsApp ternyata hoaks oleh Diskominfo Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto menegaskan bahwa pesan berantai yang beredar di aplikasi WhatsApp mengenai ancaman tindakan “PETRUS” (penembak misterius) adalah informasi hoaks. Pesan tersebut dinilai provokatif dan berpotensi meresahkan masyarakat.

Pesan berantai itu berisi imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah mulai pukul 22.00 WIB hingga 10 September 2025. Disebutkan pula ancaman adanya penembakan misterius terhadap pelaku anarkis, dengan klaim berasal dari “BEM UI” maupun “intel”. Informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Menurut Diskominfo Kota Mojokerto, isi pesan yang beredar tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kepanikan. Selain itu, hoaks seperti ini bisa mengganggu ketertiban umum apabila ditanggapi secara serius oleh masyarakat tanpa verifikasi.

Pemerintah daerah meminta masyarakat agar lebih cermat dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan.

Verifikasi informasi sebaiknya dilakukan hanya melalui saluran baik dari kepolisian, pemerintah daerah, maupun pihak kampus yang disebutkan.

“Masyarakat diimbau untuk tidak menanggapi pesan semacam ini secara emosional. Pastikan informasi diperoleh dari kanal resmi sebelum bertindak,” tulis Diskominfo dalam laporan verifikasi informasi yang dirilis.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan memprioritaskan keamanan keluarga.

Jika menemukan pesan atau konten berisi ancaman serupa, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau layanan pengaduan resmi agar dapat ditindaklanjuti.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi. Waspada terhadap hoaks menjadi kunci penting agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Astrid)

Responsive Images

You cannot copy content of this page