
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com — Pemerintah Kota Mojokerto memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan fokus utama pada generasi muda. Sebuah Seminar Kesehatan Remaja yang dihadiri Wali Kota Mojokerto ini mengangkat tema “Aku Remaja Hebat, Tubuhku Kuat, Jiwaku Sehat” yang digelar di Hall Prajna Wijaya, Lantai 4 Mall Pelayanan Publik Gajah Mada, pada Senin (10/11).
Acara yang dirangkai dengan Senam Bersama ini diikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat SMP dan SMA di seluruh Kota Mojokerto. Tujuannya adalah membentuk remaja yang tangguh di tengah masifnya arus informasi digital.
Wali Kota Mojokerto Cetak SDM Unggul Melalui Kesehatan Fisik dan Mental
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita, hadir langsung dan menyampaikan pesan kunci kepada para peserta.
Beliau menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang unggul, berkualitas, dan memiliki ketahanan diri di tengah era digital dan keterbukaan informasi.
Menurut Ning Ita, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi adalah salah satu prioritas utama pemerintah kota.
“Salah satu misi Pemerintah Kota Mojokerto dalam Panca Cita adalah mencetak SDM unggul dan berkualitas. SDM unggul dimulai dari pendidikan dan kesehatan yang baik, termasuk kesehatan fisik dan mental,” kata perempuan yang kerap disapa Ning Ita ini.
Kepada para pelajar Kota Mojokerto, Ning Ita juga mengajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media digital di tengah era keterbukaan informasi.
Ia menjelaskan, selain membawa banyak manfaat, perkembangan teknologi juga menimbulkan tantangan besar bagi generasi muda.
“Sekarang dunia ada di genggaman tangan. Cukup dengan smartphone, kalian bisa tahu apa saja. Tapi hati-hati, tidak semua informasi yang tersebar di internet itu benar,” tuturnya.
Kegiatan seminar menjadi semakin seru saat para siswa dari berbagai sekolah diberi kesempatan untuk menyampaikan seputar dampak negatif keterbukaan informasi.
Beberapa di antara mereka menyebutkan masalah seperti cyber bullying, kecanduan gadget, penyebaran hoaks, penipuan online, hingga gangguan kesehatan mental. Atas keberanian para siswa dalam menyampaikan pendapatnya, Ning Ita pun memberikan apresiasinya.
Ia menegaskan pentingnya literasi digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu.
“Kalau belum yakin kebenarannya, jangan disebarkan. Jangan sampai salah satu dari kalian ikut menyebarkan hoaks. Itu bisa berdampak serius bahkan ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.
Tak hanya mendapatkan motivasi dari Ning Ita, para pelajar juga mendapatkan materi dari para narasumber untuk menjadi bekal bagi para remaja kota Mojokerto. (*)
