
Sampang, kabarterdepan.com – Kepala Puskesmas Kamoning, dr. Intan, menyampaikan penjelasan penting terkait penyakit kusta dalam upaya mendukung program eliminasi kusta yang tengah dijalankan Kementerian Kesehatan RI di Kabupaten Sampang. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa kusta memang menular, namun tidak seperti Covid-19 yang dapat menyebar dalam hitungan hari.
“Penularan kusta tidak semudah itu. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk seseorang bisa tertular, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan, apalagi sampai menjauhi orang yang mengidap kusta,” jelas dr. Intan saat ditemui usai kegiatan penyuluhan di Puskesmas Kamoning, Rabu siang (16/7/2025).
Tak hanya menjelaskan soal penularan, dr. Intan juga menekankan pentingnya menghapus stigma yang keliru tentang penyakit kusta di tengah masyarakat. Menurutnya, masih banyak anggapan yang salah kaprah bahwa kusta adalah penyakit kutukan atau akibat hubungan saat haid.
“Itu mitos yang harus diluruskan. Kusta bukan penyakit kutukan atau karena hubungan seksual saat haid. Ini murni penyakit menular yang bisa diobati secara medis dan bukan hal yang mistis,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Intan juga menanggapi tafsir terhadap hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi
“Larilah dari penderita kusta sebagaimana engkau lari dari singa” (HR. Muslim).
Ia menjelaskan bahwa makna hadist tersebut bukanlah untuk menjauhi pengidap kusta secara sosial.
“Secara sains, kusta pada masa lalu tampak menyeramkan seperti singa karena kerusakan saraf dan kulit yang terjadi. Tapi dari pengamatan itulah ilmu kedokteran berkembang dan kini kita punya obat yang hampir 99% efektif menyembuhkan kusta,” imbuhnya.
Dengan penyuluhan ini, Puskesmas Kamoning berharap masyarakat semakin paham bahwa penderita kusta berhak mendapatkan perawatan dan dukungan sosial tanpa diskriminasi. (Fais)
