HET Gas Melon Naik, Ini yang Dilakukan Pemkab Grobogan

Avatar of Redaksi
IMG 20240917 WA0067
Pradana Setyawan Kepala Disperindag Grobogan ( Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan tengah fokus mengawal penyaluran dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kenaikan harga yang ditentukan melalui SK Gubernur Jateng.

Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menyikapi adanya kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram atau gas melon baru-baru Ini.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan, menjelaskan, kenaikan harga LPG subsidi itu merujuk pada SK Gubernur Jateng No 540/20 Tahun 2024. Didalamnya mengatur HET LPG 3 Kilogram pada titik serah Sub Penyalur atau Pangkalan.

Lebih lanjut, SK yang tertanggal 22 Agustus itu menyebutkan Harga titik serah sampai Sub Penyalur atau konsumen dari Rp 15.500 menjadi Rp 18.000.

“HET yang dijual di pangkalan adalah harga yang telah diterima konsumen (masyarakat). Dengan kenaikan HET harapannya tidak naik lagi di konsumen,” jelasnya, Selasa (17/9/2024).

Menurutnya, selama ini seharusnya harga gas melon di pasar sebesar Rp 15.500. Kenyataannya di lapangan harga yang ditemukan lebih jauh dari itu.

“Bukan hanya di Grobogan, ya. Daerah lain pun sama. Sepertinya ada pengecer satu, ke pengecer satunya lagi. Banyaknya tingkat pengecer itu membuat harga sulit dikendalikan,” keluhnya.

Pria yang juga akrab dipanggil Danis itu juga menjelaskan, Pemkab Grobogan melalui Disperindag melakukan beberapa upaya untuk menindaklanjuti terkait kenaikan harga LPG 3 Kilogram. Diantaranya akan melakukan sosialisasi terkait kenaikan harga tersebut kepada stakeholder dan masyarakat.

“Diharapkan tidak ada kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat terkait kenaikan harga yang saat ini,” katanya.

Selain itu, ia juga akan melakukan mengimbau kepada agen dan pangkalan untuk melaksanakan kebijakan tersebut dengan menjual sesuai HET.

“Agen dan pangkalan harus mentaati aturan SK Gubernur,” tegasnya.

Dengan harga beli tersebut, ia berharap masyarakat dapat membeli langsung ke pangkalan terdekat tanpa melalui pengecer.

Danis menambahkan, saat ini di Kabupaten Grobogan sendiri telah ada 1.700 pangkalan. Sehingga dari keseluruhan itu ia menekankan bahwa pangkalan LPG diperintahkan untuk mengutamakan melayani masyarakat.

“Dari agen agar memerintahkan kepada pangkalan untuk mengutamakan melayani pembelian masyarakat langsung,” tegasnya.

Ditambahkan, pihaknya memastikan untuk ketersediaan gas melon aman. Lantaran stok setiap harinya sekitar 38.000 tabung.

“Nantinya, distribusi LPG subsidi juga diawasi langsung oleh Disperindag,” tandasnya. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page