Hendak Tawuran dan Putar Gesper di Jalan, Remaja di Bantul Ditangkap Polisi

Avatar of Redaksi
IMG 20250504 WA0008
3 remaja di Bantul diamankan polisi karena hendak tawuran dan membawa gesper. (Polres Bantul/ Kabarterdepan.com)

Bantul, Kabarterdepan.com – 3 remaja diamankan oleh warga saat hendak tawuran di Jalan Ringroad selatan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY, Minggu (4/5/2025).

Ketiganya atas nama Rio Pratama (21), Aldiarta Saputra (17), dan Axcel Daffa (17) diamankan warga setelah salah satu diantara mereka mengayunkan gesper atau ikat pinggang sambil menaiki motor.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menyampaikan peristiwa tersebut bermula pada tanggal 4 Mei 2025 pada pukul 03.30 WIB.

“Saksi bernama Andika dan Aditya Mahendra saat melintas di jalan Ringroad Selatan perempatan Kotagede melihat 3 remaja tersebut tengah berboncengan dan ada yang membawa gesper yang diputar-putarkan ” katanya melalui keterangan tertulis.

Karena curiga hendak melakukan tawuran, saksi 3 dan saksi 4 membelakangi rombongan tersebut dan meneriakinya “Woi mas ngopo? (Woi mas ada apa?)”.

Para remaja tersebut menjawab bahwa mereka tengah dikejar oleh rombongan lain. “Dioyak rombongan mas,” jawab para remaja tersebut.

3 remaja yang berboncengan tersebut melaju kencang. Para saksi yang curiga langsung ikut mengejar.

“Sesampainya di Perempatan Druwo Ringroad Selatan, ketiga pelaku tersebut berbalik melawan arah dari barat ke timur di jalur lambat sebelah Selatan,” katanya.

Kemudian saat para remaja tersebut berboncengan diketahui oleh 2 anggota polisi saksi  bernama Muh Azka Maulana dan saksi 2 bernama Afeianur Dwa Lukito. Keduanya menghentikan 3 remaja tersebut.

“Kemudian setelah berhenti saski 3 dan saki 4 bilang kepada saksi 1 dan saksi 2 jika ketiga orang tersebut mencurigakan tadi kejar kejaran dengan rombongan dan membawa gesper,” katanya.

Anggota polisi merasa curiga dengan gelagat para remaja tersebut serta berdasarkan keterangan para saksi, mereka dibawa ke kantor Polsek Sewon untuk dimintai keterangan.

Polisi kemudian meminta keterangan para saksi dan memanggil orang tua remaja untuk dilakukan pembinaan. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page