Hendak Beli HP Lewat Facebook, Jurnalis di Kota Batu Malah Jadi Korban Penipuan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kota Batu
Korban Penipuan: Eko Sabdianto didampingi dua rekannya sesama jurnalis usai menerima LP dari SPKT Polsek Batu. (Yan/kabarterdepan.com)

Kota Batu, kabarterdepan.com- Nasib naas dialami Eko Sabdianto, jurnalis di Kota Batu jadi korban penipuan ketika hendak membeli handphone Samsung Galaxy Tab A9 melalui facebook, Selasa (28/10/2025).

Pasalnya setelah transfer sejumlah uag senilai Rp 650.000, justru nomor WhatsApp (WA) jurnalis ini malah diblokir.

Nomor WhatsApp (WA) 083841122009 yang diduga kuat sebagai penipu tidak bisa dihubungi, bahkan ditelpon berulang kali juga tidak menjawab.

Saat itu juga, Dian sapaan akrabnya, melaporkan ke SPKT Polsek Batu Kota Batu dengan didampingi dua rekannya, Agus Adianto dan Zulkifli sesama jurnalis.

Usai menerima laporan, dirinya menceritakan kronologis peristiwa tak mengenakkan yang menimpanya.

Korban Penipuan Kota Batu di Facebook

Menurutnya, penipu yang dimaksud awalnya minta tolong karena membutuhkan uang untuk membayar utang dengan dalih untuk keperluan anaknya.

“Kejadiannya sekira pukul 10.36, jadi waktu itu saya transaksi melalui WhatsApp (WA) dengan akun nama Cak Mul, karena sebelumnya melihat platform marketplace di facebook,” katanya kepada awak media, Selasa (28/10/2025).

Dirinya menguraikan, jika penipu yang dimaksud memohon kepadanya untuk membeli barang dagangannya, karena sedang membutuhkan uang untuk berobat anaknya yang sedang sakit.

“Awalnya saya tidak tertarik, lantaran merasa kasihan bermaksud untuk membantu pada akhirnya saya mau transfer, namun setelahnya semua percakapan dihapus semua hanya menyisakan percakapan saya sendiri,” sesalnya.

Bak nasi telah menjadi bubur, ia pun pasrah dengan kejadian yang dialaminya dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Kota Batu

“Semoga penipunya segera cepat tertangkap, agar memberikan efek jera, supaya ke depan tidak menimpa kepada yang lain, cukup saya saja,” ujar Dian.

Dirinya menegaskan, bahwa kejadian yang dialaminya bisa menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bertransaksi, apalagi via online.

“Ya, terutama melalui platform marketplace yang tidak terjamin keamanannya, dan harus COD agar terhindar dari penipuan seperti yang saya alami,” pesan Dian.

Dalam kasus ini, lanjut Dian, pelaku penipuan diduga menggunakan modus operandi yang sama dengan penipuan lainnya.

“Yaitu meminta pembayaran terlebih dahulu sebelum mengirimkan barang. Setelah melakukan kesepakatan harga dan melakukan transfer pembayaran, saya tidak menerima barang yang dijanjikan dan nomor saya malah diblokir oleh pelaku,” ungkapnya.

Saat ini dirinya juga tengah berusaha untuk menghubungi pihak marketplace dan mencari solusi, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Ia pun juga berpesan, bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih selektif dan berhati-hati saat bertransaksi online.

“Pastikan masyarakat melakukan transaksi dengan penjual yang terpercaya dan memiliki reputasi yang juga baik, agar tidak tertipu seperti saya,” pungkasnya. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page