IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Hari Terakhir Menjabat, KPU Kota Mojokerto Luncurkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil, Begini Pesan Terakhirnya

Avatar of Redaksi
Komisioner KPU dan Pj Wali Kota Mojokerto sesaat akan melaunching Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto Rabu (13/6/2024) malam. (Alief Wahdana/kabarterdepan.com)
Komisioner KPU dan Pj Wali Kota Mojokerto sesaat akan melaunching Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto Rabu (13/6/2024) malam. (Alief Wahdana/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto secara resmi meluncurkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto di GOR Seni Mojopahit, Rabu (12/06/2024) malam.

Acara ini juga dibarengi dengan launching maskot Kerto dan Kerti serta juga jingle dengan lirik bahasa jawa. Makna filosofis tersirat pada maskot dan jingle yang diluncurkan KPU Kota Mojokerto ini.

Responsive Images

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin menjelaskan pemilihan maskot Pilwali Mojokerto 2024, Kerto diambil dari suku kata terakhir dari Mojokerto bermakna sejahtera bahagia, kemudian Kerti diambil dari suku kata terakhir dari pekerti.

“Hari ini hari terakhir saya menjabat sebagai KPU Kota Mojokerto, Harapannya pilkada Kota Mojokerto 2024 ini akan menghasilkan dan melahirkan pemimpin yang bisa menyejahterakan dan membahagiakan masyarakat sekaligus menjadikan Kota Mojokerto jauh lebih berbudi pekerti di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Masih kata Amin, mengenai Lirik dari jingle dibuat dalam bahasa Jawa Mojokertoan dicampur lirik dalam bahasa Indonesia. Dalam jingle Pilwali Mojokerto 2024, terselip pesan moral untuk tidak memilih karena money politic.

Menurutnya apabila memilih karena uang, orang baik, orang pintar, dan orang berkualitas yang tidak punya banyak modal tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin Kota Mojokerto.

“Dulu para pemimpin di masa perjuangan kemerdekaan dipenjara dulu baru kemudian menjadi pemimpin, untuk era sekarang kita lihat banyak sekali setelah menjadi pemimpin baru kemudian dipenjara. Karena ongkos politik sangat mahal, apakah kita akan memilih pemimpin yang akan duduk di kursi pesakitan (penjara)? Hanya karena kecenderungan kita memilih berdasarkan uangnya,” paparnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengatakan masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politik, menurutnya perpecahan masyarakat membuat kerugian besar apabila sampai berlarut, seperti pada sejarah turunnya pamor kerajaan Majapahit setelah kejadian Perang Paregreg.

“Satu-satunya yang diperbolehkan secara Undang-undang untuk membelah persepsi masyarakat itu adalah Pemilu atas nama Demokrasi, saya percaya masyarakat Kota Mojokerto sudah cukup dewasa dalam menyikapi Pemilu ini dengan bijak, aman, damai, guyub rukun dan kondusif,” terangnya.

Lanjut kata Mas Pj sapaan akrab Ali Kuncoro, ia berharap peredaran tentang berita-berita hoax juga harus diwaspadai, masyarakat harus semakin melek literasi digital sehingga tidak terjadi pembelahan persepsi yang semakin runcing.

“Pesan saya dalam Pilkada Kota Mojokerto ini nanti Pilihlah Pemimpin yang punya konsep kuat tentang pembangunan SDM bukan hanya pembangunan fisik saja, dan harus punya hati yang jembar tulus melayani masyarakat,” pungkasnya. (Alief)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar