Hari Santri Nasional 2024, Kepala Kemenag Jember Ajak Teladani Kiai

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241023 065936
Kepala Kemenag Jember, Santoso. (Lana Rumanta/kabarterdepan.com)

Jember, Kabarterdepan.com-, Ribuan orang mengikuti Apel Hari Santri Tahun 2024 di lapangan Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Selasa (22/10/2024).

Tema hari santri tahun ini “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Kegiatan upacara hari santri Tidak hanya diikuti para santri, apel juga diikuti Forkopimda , Aparatur negara, TNI, Polri, Satpol PP, Pramuka, siswa SMK Sukorambi, SMP 1 Sukorambi, MTS, Banser serta organisasi keislaman dan sebagainya.

Apel dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Jember, Santoso yang membacakan sambutan Menteri Agama RI.

Dikatakannya, Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah.

”Salah satu bukti perlawanan santri terhadap para penjajah adalah peristiwa Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 yang dimaklumatkan oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri adalah milik semua golongan. Hari Santri adalah milik seluruh elemen bangsa yang mencintai negaranya. Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh komponen bangsa, apapun latar belakangnya, untuk turut serta merayakan Hari Santri.

“Santri bisa menjadi presiden, seperti KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Santri juga bisa menjadi wakil presiden, seperti KH. Ma’ruf Amin,” katanya.

Santoso juga berpesan agar santri dapat terus berinovasi, menguasai ilmu dan teknologi, serta selalu semangat untuk meraih masa depan yang gemilang

Pada kesempatan yang sama KH Muqiet Arief Mantan wakil Bupati Jember mengagakan, adanya momentum hari santri yang bersamaan dengan Pilkada di Jember ini menjadi penyejuk, karena santri itu menjadi rahmatan bagi semua. Apalagi setelah adanya turun hujan menjadi semangat penyejuk di Jember.

Kemudian disinggung terkait penundaan kucuran beasiswa, honor guru ngaji dan Bansos oleh Sekda Jember, KH Muqit Arief nenyikapi kemungkinan itu berpengaruh atau takut dengan situasi politik,

“Tapi ada juga yang menganggap jangan dilihat pada kacamata politik semua. Karena Bansos ,Honor Guru Ngaji, serta beasiswa merupakan kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh yang menerima. Apalagi menyangkut masalah kebutuhan hidup kan tidak bisa ditunda,” pungkasnya. (Lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page