
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Hari Kartini, Gus Barra buka pelatihan peningkatan ekonomi keluarga yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama, Senin (21/04/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pemberdayaan perempuan melalui keterampilan kewirausahaan.
Acara pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh ibu-ibu Tim Penggerak PKK dari empat kecamatan, yaitu Jatirejo, Gondang, Pacet, dan Trawas. Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan ini.
Pelatihan yang diberikan meliputi keterampilan membuat tas goni kombinasi sulam pita, tas anyaman plastik, olahan kue berbahan dasar tape, serta keripik dari singkong. Seluruh peserta mendapatkan fasilitas lengkap untuk menunjang kegiatan selama pelatihan.
“Kegiatan ini akan dilakukan selama enam hari. Semua peserta mendapatkan kaus, buku materi, bahan praktik, uang transportasi selama dua hari, dan bantuan alat berupa mixer serta penggiling stik,” ujar Shofiya.
Ia berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Mojokerto.
“Menciptakan jiwa wirausaha, meningkatkan kualitas dan kemasan produk, serta mempercepat legalitas usaha seperti NPWP dan sertifikat produk adalah tujuan utama dari pelatihan ini,” tambahnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk semangat juang Kartini dalam memberdayakan perempuan masa kini.
“Artinya, kita berkomitmen bersama untuk meningkatkan kualitas diri dan jiwa wirausaha. Semoga semangat Kartini dapat terus menyala dalam gerakan PKK melalui sepuluh program pokok untuk kemajuan Kabupaten Mojokerto,” ujar Gus Barra.
Ia juga menegaskan bahwa peran TP PKK sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga.
“PKK adalah garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang sehat. Seperti kata Ibu Kartini, perempuan harus mampu berkembang, berdikari, dan berkontribusi untuk rumah tangga serta masyarakat,” ungkap Gus Barra.
Semangat Hari Kartini, lanjutnya, harus terus ditanamkan agar perempuan Indonesia terus menjadi sosok yang kuat, mandiri, dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan. (Innka Cristy Natalia)
