Harga Gabah Tengkulak Sering Naik Turun, Bulog Surakarta Berikan Solusi

Avatar of Redaksi
IMG 20250223 WA0074
TLESER PADI: Aktivitas petani Kecamatan Mondokan saat memanen padi baru-baru ini.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Perum Bulog bakal serap hasil panen gabah dengan memberikan jaminan harga kepada petani di Sragen Rp 6,500 per kilogram.

Patokan harga itu sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, diharapkan hasil panen petani dapat terserap dengan baik guna menjaga stabilitas harga agar petani tidak dirugikan

Hal itu dikatakan Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto saat dihubungi kabarterdepan.com pada Minggu (23/2/2025) malam.

Dijelaskan, gabah hasil panen petani akan dibeli oleh Bulog melalui Gapoktan dengan harga yang sudah ditentukan sesuai surat perjajian kerjasama (PKS).

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada Gapoktan untuk mendata hasil panen petani, gabah kering dikumpulkan digapoktan, selanjutnya kami akan membelinya dengan harga Rp 6,500 per kilogram,” jelasnya.

“Bagi para petani yang hendak menjual gabah silahkan berkoordinasi dengan Gapoktan atau Bhabinsa setempat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, selain jaminan harga, nantinya, hasil panen berkualitas dari petani bakal diolah dan disimpan oleh Bulog untuk program bantuan pangan serta pasar murah, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras yang layak konsumsi dengan harga terjangkau.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah, Bulog dan petani dapat semakin memperkokoh ketahanan pangan di Indonesia,” harapnya.

Sementara, Pariyo salah satu petani di Kecamatan Mondokan mengungkapkan, para petani menyambut baik rencana serapan gabah dari Bulog yang menjamin kepastian harga gabah hasil panen petani.

“Kita menyambut baik jika Bulog akan membeli gabah hasil panen petani,” ujarnya.

Dikatakan, harga gabah di pasaran saat ini sekitar Rp 6.600 hingga Rp 6.700 per kilogram. Kendati demikian, harga tersebut bisa berubah sebagaimana yang dialaminya pada musim tanam dua (MT-2) yang lalu.

Meskipun harga pembelian yang ditawarkan lebih rendah dari pasaran saat ini, yakni Rp 6.500 per kg. Meski begitu, para petani tetap berkomitmen karena ada jaminan kepastian harga dari Bulog.

“Patokan harga dari Bulog dirasa lebih baik dibanding mengikuti harga pasar oleh tengkulak yang terbiasa naik turun,” imbuh Suwarno petani lainnya asal Kecamatan Sukodono. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page