Harga Cabai Rawit Terpantau Tinggi, Pj Wali Kota Mojokerto Aktif Tinjau Operasi Pasar

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 31 at 4.53.09 PM
Operasi pasar cabai murah di halaman kantor Kelurahan Jagalan (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro meninjau kegiatan operasi pasar murah di halaman Kantor Kelurahan Jagalan, Rabu (31/7/2024).

Berdasarkan data Siskaperbapo, harga cabai rawit hingga hari ini terpantau masih tinggi. Oleh sebab itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustria dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menindaklanjuti persoalan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ali Kuncoro mengatakan, harga cabai rawit mencapai Rp75.000 per kilogram. Untuk itu, menurutnya, dibutuhkan penetrasi pasar agar harga cabai bisa berangsur-angsur turun dan terkendali.

“Dalam operasi pasar pagi ini Diskopukmperindag menyediakan cabai rawit dengan harga Rp13.000 per 250 gram. Selain itu juga ada komoditas yang lain seperti telur ayam kita sediakan dengan harga Rp22.000 per kilogram, dan minyak goreng dengan harga Rp14.000 per botol,” ucap Ali.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai sejatinya dipengaruhi karena keterbatasan stok cabai rawit di pasar yang menurut. Sedangkan saat ini belum memasuki masa panen.

“Cabai hasil panen pada masa tanam sebelumnya sudah mulai habis, namun belum memasuki masa panen cabai berikutnya, diperkirakan satu dua bulan ke depan akan mulai masuk masa panen,” terangnya.

Lebih lanjut Mas Pj, sapaan Ali Kuncoro menuturkan, untuk menjaga harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani jika terjadi kenaikan harga bahan pokok maka dapat berbelanja melalui Pracangan TPID.

“Operasi pasar dan Pracangan TPID merupakan upaya konkret yang kami lakukan untuk menjaga kestabilan harga. Silahkan dimanfaatkan, dan saya pesan berbelanja secukupnya saja, jangan berlebih, jangan khawatir kekurangan, insyaallah stok ketersedian bahan pokok di Kota Mojokerto aman,” pesan Mas Pj.

Di sisi lain, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya masih akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan.

“Operasi pasar bisa kembali dilakukan, setiap minggu sekali, lokasinya nanti akan kita buat bergantian. Komoditas yang dijual juga bisa berubah, nanti bisa ditambah dengan beras atau komoditas lain mneyesuaiakan kebutuhan pasar,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page