
Cianjur, Kabarterdepan.com – Harga cabai rawit di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan tajam ini terjadi sejak beberapa hari menjelang bulan Ramadan dan terus berlanjut setelah bulan suci dimulai.
Di Pasar Warungkondang, sejumlah pedagang mengaku bahwa harga cabai rawit telah meningkat sekitar 30–40 persen dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terutama terjadi sebelum Ramadan.
“Beberapa hari sebelum puasa, harga cabai rawit sudah mulai naik drastis, di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Setelah puasa, harga malah terus naik. Sekarang, sudah mencapai Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram,” kata Asep, seorang pedagang, Senin (23/2/2026).
Menurut Asep, faktor utama penyebab lonjakan harga adalah kondisi cuaca yang buruk dalam beberapa bulan terakhir. Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan cabai rawit, sementara permintaan masyarakat menjelang Ramadan justru meningkat.
Baca juga: Reses DPRD Kota Bekasi, Infrastruktur dan Banjir Jadi Aspirasi Dominan Warga Dapil V
“Faktor utamanya cuaca. Cuaca buruk membuat pasokan berkurang, stok jadi terbatas. Akibatnya, harga pun melonjak,” ujarnya.
Selain itu, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada cabai rawit juga turut merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Salah seorang pemilik warung makan, Rani (32), mengungkapkan keluhannya.
UMKM di Cianjur Harus Tekan Margin Keuntungan
“Sebagai pelaku UMKM, kenaikan harga cabai rawit ini sangat memberatkan kami. Biasanya kami bisa mengatur harga makanan dengan margin yang wajar, tapi sekarang dengan harga cabai yang tinggi, kami terpaksa menaikkan harga juga. Ini membuat pelanggan banyak yang mengeluh,” keluh Rani.
Meski begitu, ia mengakui bahwa permintaan tetap ada, terutama menjelang Ramadan. “Penjualan masih ada, walau pelanggan mengeluh karena harga naik begitu tinggi. Kami tetap bertahan, tetapi berharap harga bisa turun lagi,” tambahnya.
Selain cabai rawit, komoditas lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga bawang merah di pasaran mencapai Rp70 ribu per kilogram, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan dengan harga normal. Sementara itu, harga cabai hijau dan cabai merah masing-masing berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lain, seperti kentang, harga masih relatif stabil. Namun, para pedagang berharap agar pasokan kembali normal dan harga dapat berangsur turun.
“Mudah-mudahan pasokan cabai dan komoditas lainnya bisa kembali lancar, sehingga harga bisa normal lagi,”
