Harga Cabai di Banyuwangi Anjlok ke Rp 3.500, Petani Mumet

Avatar of Redaksi
IMG 20241004 WA0073
Petani cabai Banyuwangi, Agus Waji. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Harga cabai merah besar di tingkatan petani Banyuwangi saat ini anjlok dan menyentuh level terendah yaitu hingga Rp 3.500,- per kilogram. Kondisi ini yang cukup membuat petani di Bumi Blambangan kelimpungan.

Seperti yang dialami petani cabai merah besar, Agus Waji asal Dusun Sidorejo, Yosomulyo, Gambiran yang begitu lesu menceritakan bagaimana ia harus menanggung kerugian saat ini.

“Saya tanam (cabai) dengan luasan 2 hektar membutuhkan biaya produksi 250-300 juta,” terang Agus, Jumat, (4/10).

Terlebih lagi saat ini dihadapkan dengan cuaca ekstrem, penanganan ekstra juga diperlukan untuk cabai-cabainya karena ia harus membasmi berbagai penyakit yang menyerang tanaman.

Cuaca ekstrem juga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen yang diperolehnya, yaitu saat ini di awal panen hanya bisa memanen satu karung seberat 40 kilogram, dari panen ideal yang mencapai 2 kuintal.

“Petani sekarang mumet,” keluhnya.

Agus juga mengatakan, cabai di kebunnya seharusnya sudah masuk waktu panen, tetapi Agus sengaja mengulur waktu dan memundurkan waktu panen dengan harapan harga akan merangkak naik.

“Sebetulnya sudah panen, tapi di undur-undur Menunggu dan berharap harga cabai naik tapi malah hancur lebur,” tuturnya.

Ia hanya bisa berharap peristiwa ini tak berlangsung lama dan pemerintah segera mengambil langkah solutif agar petani cabai tak terus menanggung rugi.

Sementara itu, di tingkat pasar, harga komoditas cabai merah besar berada di kisaran harga Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu, turun dari periode yang sama di bulan lalu yang berada di kisaran Rp 18 ribu. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page