Hampir 2 Bulan Gelap, PLN Sampang Akhirnya Buka Suara soal Pulau Mandangin

Avatar of Ahmad
Kantor PLN ULP Sampang buka suara soal seringnya listrik padam di Pulau Mandangin. (istimewa)
Kantor PLN ULP Sampang buka suara soal seringnya listrik padam di Pulau Mandangin. (istimewa)

Sampang, kabarterdepan.com – Manajer PLN ULP Sampang, Redi, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menyoroti pemadaman listrik berlarut-larut di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keresahan warga yang semakin memuncak jelang dan di awal Ramadan 1447 H/2026 M.

Dalam klarifikasinya, Redi menjelaskan bahwa pasokan listrik di pulau terisolasi tersebut bergantung pada pembangkit tenaga diesel.

“Padamnya listrik disebabkan beban kerja yang cukup berat. Di pulau kami memang menggunakan tenaga diesel, dan mesin sewa akan didatangkan besok pagi,” ujar Redi saat dikonfirmasi Kabarterdepan melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/2/2026).

Beban Kerja Tinggi Mesin Diesel

Menurut Redi, pemadaman bergilir yang dialami warga disebabkan oleh beban kerja tinggi pada mesin diesel yang ada, sehingga diperlukan pengaturan operasional sistem untuk menjaga kestabilan. Ia menambahkan bahwa PLN sedang berupaya semaksimal mungkin, termasuk dengan skema penguatan pasokan melalui penanganan peralatan pembangkit yang sedang dalam proses perbaikan atau penggantian.

Sebelumnya, Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Timur secara tegas mengecam PLN ULP Sampang atas dugaan pembiaran krisis listrik yang telah berlangsung hampir dua bulan. Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Badko HMI Jawa Timur, Agus Effendi, menyebut situasi ini sebagai “pembodohan terhadap masyarakat”.

“Ini benar-benar pembodohan terhadap masyarakat. Dengan alasan mesin rusak, warga dibiarkan hampir 8 jam tanpa listrik setiap harinya. Listrik itu kehidupan buat masyarakat saat ini, terutama di pulau terisolasi seperti Mandangin. Pembiaran berlarut seperti ini tidak bisa diterima,” tegas Agus Effendi.

IMG 20260226 WA0181
Pulau mandangin yang di sebut juga pulau kambing (istimewa)

Agus menilai PLN, sebagai BUMN penyedia listrik tunggal di Indonesia, seharusnya mampu menangani kerusakan mesin dengan lebih cepat dan kompeten. Masalah ini semakin krusial karena bertepatan dengan persiapan dan pelaksanaan ibadah Ramadan, di mana warga membutuhkan listrik untuk mengaji, tarawih, hingga usaha tambahan seperti jualan takjil dan makanan berbuka puasa.

“PLN harusnya menjadi teladan pelayanan publik terbaik. Tapi ini malah pembiaran hampir dua bulan tanpa solusi konkret. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan pelanggaran hak dasar warga atas akses listrik yang layak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Isu ini pertama kali meledak melalui video TikTok akun @kakdonimandangin milik Doni dari Mandangin Timur. Doni mengaku geram karena janji pengiriman mesin baru sebelum Ramadan tidak terealisasi.

“Sebelumnya di salah satu akun TikTok sudah disampaikan akan ada pengiriman mesin sebelum bulan Ramadan. Tapi realitanya sampai sekarang mesin tak kunjung diselesaikan. Bulan Ramadan yang seharusnya momen beribadah dan cari rejeki tambahan malah terganggu terus,” ungkap Doni dalam wawancara eksklusif via WhatsApp dengan kabarterdepan.com.

Pulau Mandangin Masih Padam Bergilir

Hingga berita ini diturunkan, pemadaman bergilir masih berlangsung di Pulau Mandangin, dengan durasi hingga 8 jam sehari di beberapa wilayah. Warga berharap klarifikasi dari Redi segera diikuti tindakan nyata, termasuk percepatan pengiriman mesin sewa.

Dengan sorotan dari HMI Jawa Timur dan viralnya video keluhan warga, diharapkan pemerintah daerah Kabupaten Sampang, DPRD setempat, serta PLN pusat segera memberikan perhatian serius. Ribuan jiwa di pulau ini tak ingin lagi menjalani ibadah Ramadan dalam kegelapan berulang. (Fais)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page