Hadroh Gaungkan Spiritual di Lapas Pemuda Madiun: Pembinaan Rutin untuk Warga Binaan

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2025 06 25 at 3.46.22 PM
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun antusias mengikuti pembinaan agama Islam melalui musik hadroh. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

Madiun, Kabarterdepan.com – Setelah menunaikan salat Ashar, suasana khusyuk menyelimuti Masjid At Taubah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun.

Puluhan warga binaan antusias mengikuti pembinaan agama Islam melalui musik hadroh, sebuah kegiatan rutin mingguan yang bertujuan memperkuat spiritualitas dan kebersamaan.

Kegiatan yang dipandu langsung oleh petugas pembinaan Lapas Pemuda Madiun ini, memberikan bimbingan teknis dan arahan spiritual bagi peserta.

Warga binaan yang tertarik dengan seni Islami berkesempatan berlatih memainkan rebana dan marawis, serta melantunkan salawat dan memahami makna syair-syair keagamaan.

Pemilihan musik hadroh sebagai media pembinaan bukan tanpa alasan. Seni hadroh dipercaya efektif menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, kebersamaan, dan kedekatan spiritual pada diri warga binaan.

Melalui lantunan salawat dan irama yang syahdu, diharapkan mereka dapat menemukan ketenangan batin dan memperkuat iman.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Pemuda Madiun dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan bermakna bagi warga binaan.

“Masjid At‑Taubah menjadi pusat pembinaan rohani yang aktif. Melalui hadroh, kami dorong warga binaan untuk meneguhkan kedisiplinan, mempererat solidaritas, dan meningkatkan spiritualitas,” ujar Kepala Lapas Pemuda Madiun Wahyu Susetyo.

“Saya merasa lebih tenang dan bisa merenung. Kegiatan ini membuat saya dekat dengan Allah dan semangat menjalani hari-hari di sini,” ungkap salah satu peserta, menunjukkan dampak positif dari pendekatan spiritual berbasis seni.

Program hadroh ini juga acap tampil dalam momen keagamaan di lapas, seperti peringatan hari besar Islam. Selain menumbuhkan keimanan, kegiatan ini menjadi sarana persiapan spiritual dan karakter warga binaan menjelang reintegrasi sosial. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page