
Jombang, Kabarterdepan.com – Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di wilayah Kecamatan Perak sinergi dengan Camat Perak mengadakan Halal Bihalal sekaligus Doa Bersama untuk melepas keberangkatan 59 calon Jemaah haji dari Kecamatan Perak bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Minggu (19/5/2024) pagi.
Tiba di Pendopo Kecamatan Perak Pj Bupati Jombang Sugiat hadir bersama Staf Ahli, Kepala OPD terkait, Tenaga Ahli disambut dengan hadrah Ishari.
Meski bulan Syawal telah berganti namun guna memperkuat tali silaturahmi Pj Bupati atas nama Pemkab Jombang menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang hadir.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang meminta maaf apabila dalam kurun waktu 7 bulan melaksanakan amanah sebagai Pj Bupati Jombang belum bisa memberikan yang terbaik bagi Jombang,” tuturnya.
Namun Pj Bupati Jombang optimis dan memiliki tekad yang kuat dan hati yang tulus, bahwa tanah kelahirannya yakni Kabupaten Jombang bisa dibangun lebih baik lagi, bersama sama dengan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jombang.
Sebagai Pj Bupati Jombang di kota Santri, Sugiat memiliki ikatan keluarga yang erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Pada Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Jombang 2024, Pj Bupati Sugiat diangkat menjadi Mustasyar/Penasehat PCNU Jombang.
Walau lahir di Gudo, Pj Bupati mengaku tidak akan berpihak. Maka demi menunjukkan ketidakberpihakkan itu, Pj Bupati memilih hadir di acara doa bersama CJH Perak walaupun di Gudo juga dilaksanakan doa bersama CJH Gudo.
“Saya hari ini datang di Perak, bukan di Gudo karena menunjukkan bahwa Saya tidak membeda-bedakan,” jelas Pj Bupati.
Di hadapan CJH Perak, Pj Bupati memohon doa restu agar disisa masa jabatannya, bisa menjaga amanah warga masyarakat Jombang dengan baik. Jombang senantiasa aman, damai, kondusif, Jombang yang gemah ripah loh jinawi, Jombang Baldatun Thoyyibatun Warobun Ghofur.
Pj Bupati Sugiat juga mengajak seluruh Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di wilayah Kecamatan Perak untuk turut berkontribusi mendukung program pemerintah Kabupaten Jombang. Jombang merupakan daerah yang luar biasa, melahirkan banyak tokoh nasional.
Namun demikian, membangun Jombang bukan hal yang mudah. Pj Bupati mengaku, butuh dukungan banyak pihak untuk membangun Jombang.
“Saya terbuka apabila ada uneg-uneg, saran masukan, mungkin ide yang brilian, inovasi yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Jombang dan bukan untuk pribadi. Pintu Pendopo terbuka untuk panjenengan. Saya siap 24 jam,” tandasnya.
Pj Bupati Jombang yakin, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan di Jombang. Guna mengatasi segala masalah di Jombang, butuh pemimpin yang bersih, tegas, dan responsif sesuai permintaan warga melalui para tokoh di Jombang.
“Aset yang bermasalah di simpang 3, itu harus selesai di masa kepemimpinan saya. Ada lagi aset bekas pabrik dan galian pasir di Pulogedang, itu adalah aset Pemda dikuasai warga dan dimanfaatkan untuk kebutuhan politik. Warga dijanjikan nanti masalah aset bisa rampung asal dipilih. Jangan, kasihan warga padahal secara hukum penyelesaian yang dijanjikan tidak bisa karena itu aset Pemda,” ungkap Pj Bupati.
Untuk masalah aset tersebut Pemda menyelesaikan dengan sistem sewa. Sesuai kajian yang mendalam, sistem itu tidak menyalahi hukum serta diterima warga. Sebelumnya Pj Bupati juga telah menyelesaikan masalah rusaknya Dam karet di Jatimlerek sehingga dalam waktu satu minggu telah tersedia dua pompa untuk mengatasi masalah tersebut. Kesimpulannya Pj Bupati menegaskan asalkan ada kemauan, maka masalah di Jombang bisa diselesaikan.
“Semuanya bisa diselesaikan asalkan kita bekerja dengan hati dengan ikhlas asal tulus bukan fulus”, tandasnya, setelah merinci derap langkahnya dalam menjalankan program prioritas yang harus diselesaikan. (Rebeca)
