Hadapi Tekanan Fiskal 2026, Pemprov Jatim Siapkan Evaluasi Besar-besaran Kinerja Anggaran

Fiskal
Sekretaris Daerah Jatim Adhy Karyono saat menjelaskan strategi fiskal di tahun 2026. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Menghadapi tekanan fiskal di tahun 2026 akibat kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengevaluasi kinerja anggaran.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan pada tahun 2025 kinerja anggaran Pemprov Jatim dinilai cukup baik, bahkan terjadi kenaikan pendapatan sebesar 104 persen dan realisasi belanja berada di angka 92,6 persen.

“Di awal tahun ini kita melakukan review terhadap apa yang sudah kita lakukan. Pertama, memang kita sudah sangat perform untuk pelaksanaan program dan anggaran tahun 2025,” kata Adhy, Jumat (16/1/2026).

Dirinya menambahkan ditengah tantangan fiskal tahun 2026, pihaknya tetap berkomitmen menjalan kan program prioritas dengan baik melalui pemanfaatkan berbagai sumber pendapatan lain. Seperti memperbesar pendapatan dari pajak melalui berbagai inovasi dan digitalisasi, dan juga pemanfaatan aset yang dimiliki oleh Pemprov Jatim.

“Kita punya aset yang cukup besar ya, yakni Rp 61 triliun, jadi inikan masih punya banyak peluang untuk bisa mendayagunakan aset baik melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan sebagainya,” tambahnya.

Sumber lain yang menjadi perhatian adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena itu, Pemprov Jatim akan meningkatkan produktivitas BUMD agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah lebih optimal.

“Maka kiita bedah semua ke depan harus seperti apa,” paparnya.

Untuk itu, beberapa BUMD di luar Bank Jatim akan dilakukan revitalisasi dari yang dilakukan oleh BUMD, baik tata kelola, proses bisnis maupun dari sisi manajemen, akan dihitung kembali.

“Hari ini kita menyampaikan apa evaluasinya dan harus bagaimana,”pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page