Hadapi Era Digital, Wali Kota Mojokerto Perkuat Peran PKK dalam Pendidikan Keluarga

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari foto bersama anggota TP PKK Wates. (Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari foto bersama anggota TP PKK Wates. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Mojokerto kembali menunjukkan perannya yang strategis sebagai mitra utama pemerintah dalam pembangunan.

Dalam sebuah acara pembinaan di Aula Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan pentingnya peran PKK dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berpendidikan, terutama di tengah pesatnya tantangan era digital saat ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan bahwa PKK adalah sebuah organisasi yang lahir untuk mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga ke unit terkecil di kelurahan.

“Alhamdulillah, siang ini kita masih diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi dalam rangka memperkuat peran PKK. Semangat dibentuknya PKK adalah membantu menyukseskan program-program pemerintah. Salah satunya membentuk generasi berkarakter dan berpendidikan di tengah arus digitalisasi,” kata Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Di satu sisi memberi banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi di sisi lain juga memiliki dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.

“Sekarang ini hampir semua aspek kehidupan bersentuhan dengan teknologi. Belanja pun bisa hanya lewat gawai. Namun, jika tidak ada pengawasan, anak-anak bisa terjerumus dalam penggunaan teknologi yang salah, seperti kecanduan game atau konten negatif. Di sinilah pentingnya peran keluarga dan PKK untuk memberi edukasi dan pengawasan,” jelasnya.

Ning Ita menekankan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga. Orang tua, khususnya ibu, menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. PKK, melalui 10 program pokoknya, memiliki tanggung jawab untuk menguatkan fungsi keluarga, termasuk dalam tata laksana rumah tangga dan pendidikan anak.

“Pendidikan karakter dimulai dari keluarga. Orang tua harus menjadi teladan dalam menggunakan teknologi. Kalau orang tua sibuk dengan gawai, anak-anak akan meniru. Maka, kita harus saling mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif,” jelasnya.

Di akhir pengarahannya, Ning Ita mengajak seluruh kader PKK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan pendidikan yang kuat bagi generasi penerus.

“Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi. Tapi kita bisa mengarahkannya agar bermanfaat. Mari bersama-sama kita jadikan keluarga sebagai benteng utama, dan PKK sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berpendidikan, dan siap menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page