IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

GOR A Yani Mojokerto Selesai Direvitalisasi, Jadi Wadah Cuan Street Fotografer

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
09af0933a45d424d1c4b7cd6704bf563 scaled
Street fotografer mengambil foto di GOR A. Yani (Humas Pemkot Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro telah selesai menyulap dan merevitalisasi GOR A Yani Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah GOR A Yani sudah kita rampungkan untuk revitalisasinya. Kini masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk berolahraga sesuai dengan minat dan kegemarannya,” kata Mas Pj Ali, Sabtu (20/1/2024).

Responsive Images

Revitalisasi GOR tersebut merupakan salah satu perwujudan Pemkot Mojokerto dalam menggemakan gerakan Jatim seneng gerak (Seger).

Berkat Pj Wali, fasilitas olahraga tersebut kini telah berubah menjadi lebih segar dengan banyaknya desain instagramable yang membuat masyarakat semangat untuk berolahraga.

Bahkan, tak sedikit aktivitas olahraga yang banyak dilakukan masyarakat. Jumlah masyarakat yang berolahraga di sana terus meningkat dari waktu ke waktu.

Selain lari, aktivitas olahraga yang tampak ramai dilakukan di GOR A Yani yakni poundfit dan olahraga atletik.

Ali Kuncoro menambahkan, GOR A Yani milik Pemkot Mojokerto juga menumbuhkan sub sektor ekonomi kreatif.

“Salah satunya banyak fotografer yang suka hunting foto mengabadikan aktivitas olahraga di sana,” jelas Ali.

Para fotografer jalanan pun mengabadikan aktivitas para sport enthusiast tersebut.

“Street fotografi ini cukup menarik untuk semakin menggemakan gerakan Jatim seneng gerak dan mempromosikan Kota Mojokerto,” imbuhnya.

Sementara itu, Zifa, salah satu street fotografer tampak asyik hunting foto di GOR A Yani.

Menurutnya, habit masyarakat untuk olahraga ini sangat menarik dan menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mencari cuan.

Meski mulanya bukan cuan yang dicari, melainkan hobi hunting foto olahraga dari masyarakat.

“Fotografi awalnya hanya sebuah hobi, yang pada akhirnya dapat menghasilkan cuan. Alhamdulillah,” ungkapnya.

“Karena habit masyarakat olahraga didukung dengan perkembangan digital memungkinkan masyarakat untuk sharing terkait aktivitasnya berolahraga. Itu yang kami tangkap jadi peluang,” imbuhnya.

Dalam satu bulan, Zifa menceritakan dari street fotografi yang sering dilakukan saat akhir pekan dapat menghasilkan cuan hingga dua setengah juta rupiah.

“Untuk satu foto kalau ingin dibeli biasanya kita pasang tarif empat puluh ribu rupiah. Kurang lebih satu bulan bisa dapat dua setengah juta,” imbuh Zifa.

Keberadaan fotografer jalanan ini juga membawa arti tersendiri bagi para sport enthusiasts.

Sebagaimana disampaikan oleh Fikri, salah satu anggota Mojopahit Runners keberadaan fotografer amatir dan profesional di GOR memberikan nilai tambah pada pengalaman lari.

“Foto-foto yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi visual, tetapi juga membangun atmosfer positif dan semangat kebersamaan di GOR,” ungkap Fikri.

“Mereka membantu menyebarkan semangat olahraga dan menunjukkan keragaman aktivitas yang terjadi di tempat tersebut,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan komentar