
Semarang, Kabarterdepan.com – Melalui Gernas BBI )Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang dicanangkan dalam ajang peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Pemprov Jateng terus aktif mendongkrak perekonomian rakyat.
Berbagai event dan ajang turisme olahraga atau sport tourism digalakkan demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Pencanangan gerakan dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana dan unsur Forkopimda Pemprov Jateng, di Salatiga, pekan lalu.
Dalam kesempatan berbeda, Nana Sudjana mengatakan, untuk mendukung Gernas BBI BBWI pihaknya telah menyelenggarakan ajang Specta atau Jateng Sport Tourism Event. Kegiatan tersebut, menggabungkan olahraga dengan turisme.
“Kegiatan olahraga itu digabungkan dengan olahraga yang memasyarakat yang digabung dengan tempat wisata yang ada di Jateng,” tutur Nana di kantornya, Gradhika Bhakti Praja, kawasan Jl Pahlawan Semarang, Kamis (22/8/2024).
Dukungan Untuk Gernas BBI
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi, mengatakan untuk mendukung Gernas BBI dan BBWI pihaknya rutin menggelar berbagai ajang sport tourism.
Pada tahun ini, lanjut Agung, rencananya ada 14 event Specta yang digelar hingga akhir tahun. Dengan ajang tersebut, diharapkan konsumsi dan penggunaan produk lokal meningkat.
“Gernas BBI BBWI itu bagaimana kita menumbuhkan kebanggaan, memanfaatkan, dan mengkonsumsi produk dalam negeri. Nah, di Jateng dirangsang dengan kegiatan kepariwisataan. Pemerintah banyak melakukan sport tourism, MICE, dan eksebisi, untuk merangsang pergerakan masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Riena Retnaningrum, yang dihubungi lewat sambungan telepon, mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk Gernas BBI dan BBWI.
“Diskominfo ditunjuk sebagai co campaign manager untuk wilayah Jateng. Kami mengkolaborasikan bersama masing-masing Diskominfo kabupaten dan kota untuk menyuarakan, bahwa produk Indonesia itu bagus dan bisa mendapatkan kesempatan ekspor,” jelasnya.
Riena menegaskan, sejumlah langkah telah ditempuh, di antaranya dengan melakukan pelatihan dan fasilitasi pengurusan izin bagi UMKM, pengurusan sertifikasi halal, dan akurasi produk agar bisa masuk ajang champion yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarinvest).
Dari data Diskominfo, Riena mengatakan Jateng hingga Agustus 2024 telah ada lebih dari 1.000 UMKM yang difasilitasi.
“Kalau hari ini sudah ada 180 UMKM yang digandeng. Kalau seluruh Jateng sudah ada sekitar 1.000 (UMKM) lebih,” pungkasnya. (Ahmad)
