Gerakan Pangan Murah 2025 di Jawa Timur, Pemerintah Salurkan 2.400 Ton Beras

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Gerakan Pangan Murah
Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Surabaya. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Guna memperkuat stabilitas pangan nasional, pemerintah pusat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan serentak di 828 titik se-Jawa Timur (Jatim). Terdapat total 2.400 ton beras yang disalurkan pada GPM kali ini.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman pada GPM kali ini pemerintaj menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga khusus Rp55.000 per kemasan 5 kilogram.

“Gerakan ini tidak berhenti hari ini saja, melainkan akan terus berlanjut hingga akhir tahun untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat,” jelas Andi, saat ditemui di acara GPM di Taman Mundu, Surabaya, Selasa (23/09/2025).

Lebih lanjut, selain beras pada GPM kali ini pemerintah juga menyalurkan 10.526 liter minyak goreng dan 3.285 kilogram gula. GPM kali ini diharapkan bisa dibuka setiap hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat. Dengan kegiatan ini diharapkan dalam 4 tahun kedepan Indonesia dapat segera mencapai swasembada pangan.

“Harapannya, dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden, kita upayakan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi besar kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas perhatian dan dukungan luar biasa dalam menjaga stabilitas pangan di Jawa Timur.

Menurutnya, respons cepat dari Kementerian Pertanian (Kementan) telah banyak membantu daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, hingga peternakan.

Gerakan Pangan Murah Langkah Nyata Pemprov Jatim

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa stok pangan di Jatim sejatinya cukup bahkan berlimpah, namun tantangan terbesar ada pada distribusi.

“Gerakan Pangan Murah ini menjadi langkah nyata agar masyarakat dapat merasakan langsung keterjangkauan harga di pasar,” paparnya.

Khofifah menegaskan Jawa Timur mampu memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan stabil, sekaligus mewujudkan niat Presiden menyerap gabah dengan harga yang membahagiakan petani serta menghadirkan pangan murah bagi masyarakat.

“Saya rasa langkah ini akan sangat melancarkan pemenuhan kebutuhan pokok, terutama beras yang menjadi konsumsi tertinggi rumah tangga. Dengan demikian, akan terbuka ruang harapan baru bahwa keterjangkauan masyarakat dalam mengakses beras,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page