Gerak Cepat, Camat Pabean Cantikan Bantu Urus Identitas Bayi yang Sempat “Tertahan” di Klinik

Avatar of Redaksi
IMG 20250204 WA0065
Potret Siti Ayu bersama suami dan anaknya (Daniel Lukas Rorong / Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kecamatan Pabean Cantikan bergerak cepat membantu pengurusan dokumen kependudukan seorang bayi yang sempat “tertahan” di sebuah klinik bersalin di Asemrowo, Surabaya.

Bayi bernama Bima Febriano baru bisa dibawa pulang setelah biaya persalinan ibunya, Siti Ayu (23), dilunasi pada Senin (3/2/2025).

Camat Pabean Cantikan, Muhammad Januar Rizal, bersama stafnya langsung turun tangan untuk memastikan identitas kependudukan bayi tersebut tercatat dengan baik. Mereka bahkan mendatangi langsung tempat tinggal Siti Ayu yang berada di rumah kos di kawasan Tambak Asri, Kecamatan Krembangan.

“Fokus kami hanyalah agar si bayi yang bernama Bima Febriano ini punya identitas kependudukan seperti akta lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA). Serta si bayi masuk dalam Kartu Keluarga (KK) ibunya,” ujar Rizal, Selasa (4/2/2025).

Tak hanya itu, pihak kecamatan juga membantu mengurus dan mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan milik Siti Ayu, yang sebelumnya nonaktif karena kelalaian dalam mengecek statusnya.

“Semuanya sudah beres tidak sampai 1×24 jam. Ini membuktikan bahwa kinerja kami cepat dan tidak perlu lama-lama,” tegasnya.

Sebagai bentuk sosialisasi, Rizal juga mengimbau warganya untuk segera mengurus perubahan data kependudukan jika diperlukan. Menurutnya, administrasi kependudukan kini semakin mudah, cepat, dan gratis.

“Bahkan di Kecamatan Pabean Cantikan ada layanan Cak Klepon (Cetak Akte Kematian dan Akte Kelahiran Melalui Handphone). Ini untuk mempermudah warga kami dalam hal layanan administrasi kependudukan,” jelasnya.

Apresiasi dari Warga dan Relawan

Siti Ayu mengaku sangat terbantu dengan respon cepat dari Camat dan staf Kecamatan Pabean Cantikan.

“Alhamdulillah, status kepesertaan BPJS saya sudah aktif kembali. Anak saya juga sudah memiliki akta lahir, Kartu Identitas Anak, dan sudah masuk dalam Kartu Keluarga saya. Terima kasih, Pak Camat Pabean Cantikan dan stafnya yang sudah membantu semuanya secara cepat dan gratis pula,” ucapnya penuh syukur.

Daniel Lukas Rorong, Founder Komunitas Tolong Menolong (KTM) yang turut mendampingi Siti Ayu, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja pihak kecamatan.

“Pak Rizal selalu mengirim updatenya pada saya melalui layanan WhatsApp, dari awal saya melaporkan tentang permasalahan warganya tersebut saat masih berada di klinik bersalin. Kinerja beliau luar biasa bersama stafnya. Saya mengapresiasi sekali,” kata Daniel.

Daniel juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengecek administrasi kependudukan, termasuk status kepesertaan BPJS, agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.

“Sehingga permasalahan yang dialami oleh Ibu Siti Ayu tidak perlu terjadi lagi pada warga kota Surabaya lainnya, yang lalai untuk mengecek status kependudukan, khususnya status kepesertaan BPJS-nya,” harap Daniel.

Kisah Viral yang Mendapat Perhatian Wakil Wali Kota

Kasus yang dialami Siti Ayu sempat menjadi viral di media sosial. Ia tidak dapat membawa pulang bayinya karena belum bisa melunasi biaya persalinan di klinik bersalin tersebut.

Beruntung, Komunitas Tolong Menolong (KTM) segera turun tangan dan membayar biaya persalinan yang awalnya Rp2.161.000 menjadi Rp1.100.000 setelah mendapat keringanan.

Setelah pembayaran dilakukan, Siti Ayu akhirnya bisa membawa pulang bayinya ke rumah kosnya dengan diantar langsung oleh Daniel Lukas Rorong menggunakan mobil pribadinya.

Peristiwa ini bahkan menarik perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ia langsung turun ke lokasi untuk membantu menyelesaikan persoalan antara pihak klinik dan keluarga bayi. Sebelum meninggalkan lokasi, Armuji juga memberikan bantuan dalam bentuk donasi kepada Siti Ayu.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap administrasi kependudukan serta hak-hak dasar mereka dalam layanan kesehatan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page