Gempa dan Tsunami di Jepang, Begini Dampak, Korban, dan Informasi Terkini

Avatar of Redaksi
960280 09482014012025 605984 10561907012025 557127 12265506012025 806x378 magnitude 63 earthquake jolts el salvador 1736117852724 1
Ilustrasi Gempa (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Nasional, Kabarterdepan.com – Laporan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas Jepang menginformasikan bahwa tidak ditemukan adanya gangguan atau kerusakan yang signifikan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ikata yang terletak di Prefektur Ehime, maupun di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai yang berada di Prefektur Kagoshima. Ini memberikan rasa lega setelah terjadi peristiwa gempa besar yang mengguncang wilayah barat daya Jepang.

Menurut laporan dari NHK TV, ancaman tsunami yang diperkirakan muncul setelah gempa diperkirakan setinggi satu meter (sekitar 3,2 kaki), yang diprediksi akan mencapai garis pantai dalam waktu sekitar 30 menit setelah terjadinya gempa. Gelombang air tsunami yang tercatat di Pelabuhan Miyazaki, Prefektur Miyazaki, tercatat setinggi 20 sentimeter (sekitar 0,7 kaki). Sementara itu, tsunami setinggi sekitar 10 sentimeter terlihat di beberapa wilayah pesisir Prefektur Kochi.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengumumkan bahwa seluruh peringatan tsunami yang semula dikeluarkan telah dicabut, memberikan kepastian bahwa potensi tsunami lebih lanjut tidak lagi menjadi ancaman serius bagi wilayah tersebut.

Pemerintah Jepang, dengan dukungan dari Badan Meteorologi, terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya di daerah-daerah yang terdampak gempa ini. Beberapa kota di wilayah tersebut telah membuka pusat-pusat evakuasi untuk mengakomodasi warga yang membutuhkan perlindungan. Otoritas setempat memberikan rekomendasi khusus untuk warga lanjut usia agar lebih berhati-hati dan melakukan tindakan pencegahan guna mengurangi risiko potensi bahaya yang dapat timbul.

Meskipun gempa yang terjadi ini tidak menunjukkan indikasi risiko mega-gempa yang dapat berdampak lebih besar, pihak pemerintah dan JMA menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah barat daya Jepang, serta terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang mungkin terjadi di masa depan. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page