Gelora Cinta, Bupati Mojokerto Ajak Para Ibu Kedunggempol Mojosari Jaga Kesehatan Buah Hati

Avatar of Lintang
IMG 0216 1
Program Gelora Cinta dan Satyangatra (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kembali mengadakan program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra).

Kali ini, kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) tersebut berlangsung di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.

Program yang menyasar ibu balita, ibu hamil dan ibu usia subur ini guna mewujudkan keluarga sejahtera yang senantiasa menjaga kesehatan, terutama kesehatan anak. Dalam kesempatan itu, diajak berdialog dan konseling seputar kesehatan keluarga bersama dengan Bupati Ikfina.

Sebagai pembuka sesi konseling, Bupati Ikfina menjawab pertanyaan salah satu ibu hamil yang mengikuti acara itu, Ibu hamil tersebut mengeluh kerap mengalami pembengkakan di sekitar kakinya, padahal menurut ibu hamil tersebut, tekanan darahnya berada di angka normal.

“Pada kehamilan itu, terjadi perubahan hormonal yang luar biasa, jadi saat ada janin di tubuh ibu, plasenta memproduksi hormon HCG yang direspon berbeda-beda oleh tiap ibu hamil, ini bisa menjadi penyebab bengkak, karena hormon ini bisa memicu perubahan kondisi tubuh secara fisiologis,” jelas bupati yang pernah berprofesi sebagai seor.

Hormon HCG adalah hormon yang berperan untuk mendorong produksi hormon progesteron dan estrogen. Nantinya hormon HCG, bersama dengan progesteron dan estrogen, membantu mempertebal lapisan rahim. Produksi hormon ini juga mencegah terjadinya menstruasi selama kehamilan. Ketiga hormon tersebut membantu menjaga kesehatan janin selama kehamilan.

“Jadi kalau masih bisa digunakan untuk beraktivitas seperti biasa, itu berarti bengkaknya masih aman,” imbuhnya.

Sesi konseling itu dilanjutkan dengan pertanyaan dari seorang ibu balita yang menanyakan tips agar buah hatinya yang berusia tiga tahun bisa fokus pada saat belajar.

Sebagai figur Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto, Ikfina menjelaskan tentang Transisi PAUD SD yang menyenangkan yang membahas bahwa balita belum boleh untuk diajak belajar secara intens, apabila ingin mengajari balita, bisa menggunakan cara-cara yang menyenangkan dengan penerapan layaknya bermain.

“Anak yang belum genap berusia enam tahun, belum boleh diajarkan baca tulis hitung, belum waktunya, dia waktunya eksplor, jadi kalau mau mengajari harus sambil bermain,” terangnya.

Bupati Perempuan pertama di Mojokerto itu pun melanjutkan sesi konseling dengan menjawab pertanyaan berikutnya. Masih berhubungan dengan ibu balita, keluhan yang ketiga ini mengenai balita yang memiliki nafsu makan rendah, padahal kondisi dari balita tersebut tergolong sebagai balita gizi kurang, atau jika pada kurva kartu menuju sehat (KMS) angkanya berada pada posisi kuning.

“Anak berusia satu tahun ke atas makanannya itu sama seperti orang tuanya, hanya jumlah nasinya (karbohidrat) separuh dari orang tuanya, solusinya ajak anak untuk makan bersama di meja makan, karena anak itu peniru yang handal, jadi dia nanti akan meniru apa yang dimakan orang tuanya,” bebernya.

Di akhir sesi Gelora Cinta edisi Kedunggempol itu, Bupati Ikfina berpesan kepada para ibu yang hadir agar senantiasa menjaga sang buah hati, baik yang berusia balita maupun yang masih di dalam kandungan, karena anak-anak tersebut adalah titipan Allah SWT.

“Tolong anak-anaknya dijaga, karena anak-anak kita itu adalah titipan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga kita bisa amanah menjaga titipan itu,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Camat beserta jajaran Forkopimca Mojosari, Kepala Puskesmas Modopuro, Kepala Desa Kedunggempol beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kedunggempol. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page