Gelar Lokakarya Storytelling, USM Hadirkan Trainer dari AS

Avatar of Redaksi
Yuta Otake berbicara di depan peserta lokakarya USM, Rabu (29/5/2024). (Ahmad/kabarterdepan.com)
Yuta Otake berbicara di depan peserta lokakarya USM, Rabu (29/5/2024). (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Salah satu media yang efektif dalam pembelajaran khususnya dalam berinteraksi antara guru dengan siswa adalah dengan bercerita atau Storytelling.

Hal itu disampaikan Trainer Guru dari AS (Amerika Serikat), Yuta Otake dalam Lokakarya yang diselenggarakan Bina Bahasa Jaya (BBJ) Universitas Semarang (USM) dengan mengusung tema “Empowering Educators Through Storytelling” di Gedung Menara USM Semarang pada 29-30 Mei 2024.

”Pembelajar atau mahasiswa lebih mengharapkan hadirnya seorang guru yang dapat menjalin ikatan emosional, bukan sekedar sosok yang dapat memberikan informasi pengetahuan,” katanya dalam Bahasa Inggris, di USM, Rabu (29/5/2024).

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang terjadi secara tiba-tiba menuntut perubahan pada sistem pendidikan yang harus beralih dari pembelajaran di dalam kelas secara luring menjadi pembelajaran secara daring dan membutuhkan internet sebagai penyedia informasi.

”Hal ini menjadikan kurang relevannya peran guru dalam kegiatan belajar mengajar jika dilakukan hanya satu arah karena siswa sudah terbiasa mendapatkan pengetahuan dan informasi secara mandiri,” ujarnya.

Yuta percaya bahwa guru harus dapat memberikan sesuatu yang berbeda kepada siswanya yang berada di rumah ketika ada tantangan baru dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pendekatan intensif, menurutnya, dapat membangun hubungan yang kuat antara guru dan siswa. Ini dapat dicapai melalui motivasi, keterlibatan emosional, dan komunikasi yang lebih personal.

”Untuk alasan ini, saya ingin berkonsentrasi pada penguatan elemen bercerita “storytelling” yang ditawarkan guru kepada siswanya. Karena setiap orang memiliki cerita yang berbeda, saya percaya bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang dapat bergerak tanpa cerita di dalamnya. Hal ini dapat membuat siswa merasa dekat dan dapat menjadi teladan bagi mereka,” ungkap Yuta yang juga CEO Mangrove Education.

Dia berharap, setiap guru dapat berlatih untuk mengoptimalkan kemampuan bercerita mereka sebagai cara untuk membangun hubungan dan berinteraksi antara guru dengan siswanya melalui cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga hasil lokakarya ini dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran mereka di dalam kelas.

Pelaksanaan lokakarya ini dipromotori Forum Institusi Layanan Bahasa (Filba) bekerja sama dengan Mangrove Education. BBJ USM yang menjadi salah satu tuan rumah dari rangkaian lokakarya.

Kegiatan ini mengundang dosen dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di antaranya dari UMK, Unissula, Unisnu, Unika Soegijaranata dan USM. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page