
Blora, Kabarterdepan.com – Distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Blora mendadak dihentikan pada Rabu (26/11/2025), setelah sehari sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala diare dan lemas.
Penarikan Paket Makanan MBG oleh Petugas SPPG
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung menarik seluruh paket makanan yang sedianya dibagikan kepada siswa.
Penarikan ini dilakukan setelah laporan mengenai kondisi kesehatan siswa terus bertambah. Koordinator PIC SMPN 1 Blora, Wahyu Yuli, menyebutkan bahwa 198 siswa terdata mengalami diare, dan sekitar 20 di antaranya masih dirawat di RS DKT.
“Setiap hari ada 955 siswa yang menerima manfaat MBG. Namun hari ini menu tidak dibagikan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan paket makanan berisi soto, ayam, tempe, dan buah jeruk diangkut petugas dari lorong sekolah untuk mencegah distribusi lebih lanjut.
Para petugas SPPG terlihat memindahkan makanan dengan cepat sambil berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, membenarkan langkah itu.
“Berdasarkan koordinasi berbagai pihak terkait, menu MBG hari ini di SMPN 1 Blora tak jadi dibagikan ke siswa,” jelasnya.
Gejala Awal Diare Massal
Gejala yang dialami siswa mulai muncul setelah mereka pulang sekolah pada Selasa (25/11/2025).
Mereka diketahui mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam, dan buah melon. Salah satu siswa yang dirawat, Chelos, mengungkapkan bahwa rasa melon yang disantapnya “agak aneh”, sementara nasi dan ayam terasa normal.
Sebagian besar siswa yang sebelumnya dilarikan ke RS DKT kini sudah diperbolehkan pulang, meski masih harus mengonsumsi obat diare. Sementara itu, beberapa siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Penarikan menu MBG ini menjadi langkah pencegahan cepat untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan lebih luas, sembari pihak terkait menelusuri penyebab pasti diare massal tersebut. (Rengga)
