IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Gedung SD di Mojokerto Roboh saat Hujan Deras

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Gedung SDN Ngingasrembyong yang roboh. (Joe/kabarterdepan.com)
Gedung SDN Ngingasrembyong yang roboh. (Joe/kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, kabarterdepan.com – SD Negeri Ngingasrembyong di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto roboh saat terjadi hujan lebat, Jumat (22/12/2023) pukul 16.30 WIB. Bagian atap dan bangunan rusak SDN Ngingasrembyong mengalami rusak parah, terutama ruangan kelas 4 dan 5 dan ruangan guru. Sedangkan di ruangan kelas 1 mengalami kerusakan di bagian atap.

Kepala Desa Ngingasrembyong Kusdianto mengatakan, saat kejadian dirinya dihubungi warganya bahwa SD Ngingasrembyong mengalami roboh.

Responsive Images

“Ya saat itu saya masih di Kantor. Saya dapat telpon dari salah satu warga kalau SDN Ngingasrembyong roboh. Saya langsung datang kesana melihat lokasi,” ujarnya.

“Beberapa ruangan kelas atapnya roboh dan di ruangan guru juga atapnya roboh. Temboknya juga ada yang rusak. Alhamdulillahnya tidak ada aktifitas saat itu di SDN Ngingasrembyong,” imbuh Kusdianto.

Kerusakan parah di SDN Ngingasrembyong. (Joe/kabarterdepan.com)
Kerusakan parah di SDN Ngingasrembyong. (Joe/kabarterdepan.com)

Masih kata Kusdianto, robohnya ruangan-ruangan kelas dikarenakan hujan yang sangat lebat.

Hingga Jumat malam, masih belum dilakukan pembersihan atau evakuasi di lokasi karena masih hujan dan waktunya malam hari.

“Saat itu memang hujan sangat deras, ada ruangan guru, ruangan kelas 4 dan 5 yang rusak berat. Musala juga mengalami kerusakan. Saat ini masih dibiarkan dulu. Besok pagi kita akan bersihkan reruntuhannya. Mengingat sekarang masih hujan juga dan waktu juga sudah malam,” imbuh Kusdianto.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto membenarkan adanya bangunan SDN Ngingasrembyong, yang roboh.

“Ya terjadi sekolahan roboh di beberapa ruangan di SDN Ngingasrembyong. Tidak ada korban jiwa. Dikarenakan siswanya libur sekolah,” ucap Abdul Khakim saat dikonfirmasi di tempat lain.

Abdul Khakim menyebut musibah itu mrnyebabkan ruangan kelas 4 dan 5, serta ruangan guru mengalami rusak berat.

“Saat kejadian BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu warga sekitar dan relawan untuk mengamankan lokasi kejadian,” pungkas Abdul Khakim. (*)

Tinggalkan komentar