
Teknologi, Kabarterdepan.com – Samsung kembali bersiap menggebrak pasar ponsel lipat lewat generasi terbaru Galaxy Z Flip 7. Bocoran terbaru yang beredar dari Korea Selatan mengindikasikan bahwa perangkat ini akan dibekali prosesor kelas atas Snapdragon 8 Elite untuk sebagian besar pasar global. Langkah ini sekaligus menandai komitmen Samsung dalam menyandingkan desain inovatif dengan performa flagship.
Menariknya, laporan juga menyebutkan bahwa Samsung akan menggunakan chipset Exynos 2500 untuk varian lokal yang dijual di Korea Selatan.
Strategi dual chipset seperti ini memang bukan hal baru bagi Samsung, namun menimbulkan ekspektasi yang tinggi soal optimalisasi performa masing-masing versi.
Snapdragon 8 Elite sendiri merupakan generasi lanjutan dari Snapdragon 8 Gen 3, yang sudah lebih dulu membuktikan efisiensinya dalam pengelolaan daya dan stabilitas performa untuk perangkat premium.
Jika benar digunakan di Z Flip 7, maka ponsel lipat ini bisa jadi yang paling bertenaga di kelasnya, dengan kemampuan menangani gaming berat, editing video, hingga AI on-device yang makin terintegrasi di Android 16.
Sementara itu, penggunaan Exynos 2500 di negara asal Samsung tampaknya jadi upaya untuk membangkitkan kembali kepercayaan terhadap lini chipset buatan sendiri.
Exynos generasi terbaru ini disebut membawa peningkatan signifikan dari sisi fabrikasi dan efisiensi daya, meskipun publik masih cenderung skeptis bila dibandingkan dengan performa Snapdragon.
Galaxy Z Flip 7 kabarnya akan diperkenalkan dalam gelaran Galaxy Unpacked pertengahan tahun ini, kemungkinan besar pada Juli 2025.
Selain Flip 7, Samsung juga dirumorkan akan meluncurkan Galaxy Z Fold 7 serta varian Flip 7 versi FE (Fan Edition), memperluas portofolio ponsel lipat ke segmen harga yang lebih terjangkau.
Kehadiran Galaxy Z Flip 7 menjadi sinyal bahwa ponsel lipat bukan lagi sekadar gimmick. Samsung tampaknya ingin menunjukkan bahwa desain ringkas dan fleksibel bisa tetap mengusung kekuatan kelas atas.
Dengan langkah ini, mereka tidak hanya mempertahankan dominasi di segmen foldable, tapi juga menyiapkan landasan baru untuk masa depan smartphone yang lebih modular, fungsional, dan powerful. (*)
