
Hiburan, Kabarterdepan.com – Bagi para penggemar serial tokusatsu legendaris, penantian akan kehadiran pahlawan raksasa di layar lebar akhirnya tiba. Film ‘ULTRAMAN ARC THE MOVIE: THE CLASH OF LIGHT AND EVIL’ dipastikan akan menyapa penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai 25 Juli 2025.
Film yang merupakan bagian unik dari narasi serial Ultraman Arc ini menjanjikan aksi mendebarkan, dilema moral, dan pertarungan epik antara kekuatan cahaya dan kegelapan yang diwujudkan melalui imajinasi.
Disutradarai oleh Takanori Tsujimoto dan diproduksi oleh Tsuburaya Productions, film ini menjadi babak krusial dalam kisah Yuma Hize, sang pembawa kekuatan Ultraman Arc. Setelah tayang perdana di Jepang pada Februari 2025, kini giliran penggemar di Tanah Air untuk menyaksikan ujian terberat yang harus dilalui Ultraman Arc.
Sinopsis Film Ultraman Arc The Movie: The Clash Of Light And Evil
ULTRAMAN ARC THE MOVIE: THE CLASH OF LIGHT AND EVIL mengambil latar waktu antara episode 21 dan 22 dari serial televisinya.
Kisah bermula ketika Yuma Hize (diperankan oleh Yuki Totsuka), seorang investigator muda dari tim SKIP, dihadapkan pada pertanyaan mendasar oleh seorang bijak luar angkasa misterius bernama Sascal (diperankan oleh Naoto Takenaka): “Apakah kau punya… kemampuan untuk menjadi pahlawan?”
Tantangan ini datang dengan taruhan yang sangat tinggi: jika Yuma gagal, ia akan kehilangan kekuatannya sebagai Ultraman Arc.
Yuma, yang selama ini melindungi Kota Hoshimoto bersama anggota SKIP lainnya, harus menghadapi serangkaian ujian yang melampaui batas imajinasinya.
Beban tanggung jawab sebagai Ultraman yang menjaga kedamaian kini dipelintir oleh Sascal, yang memanipulasi situasi dan mengirimkan tantangan demi tantangan.
Yuma tidak hanya harus bertarung melawan Kaiju raksasa dan alien jahat yang bertekad menghancurkan, tetapi juga menghadapi dimensi-dimensi terdistorsi yang membengkokkan ruang dan waktu.
Puncak dari konflik ini adalah kemunculan Guil Arc, sesosok doppelganger gelap Ultraman Arc itu sendiri. Pertarungan antara Ultraman Arc dan Guil Arc menjadi representasi harfiah dari “The Clash of Light and Evil” yang judul film tersebut usung.
Film ini juga akan mengeksplorasi perjuangan emosional dan moral Yuma, khususnya terkait tema belas kasihan terhadap Kaiju, sebagaimana terlihat dalam salah satu ujiannya dengan Kaiju Doglf (dikenal juga sebagai Moogon).
Akankah Ultraman Arc mampu mengatasi ujian terbesar ini dan melindungi masa depan, melampaui batas kekuatan imajinasi? Saksikan segera film ini di bioskop kesayangan Anda.
Pemeran Film Ultraman Arc The Movie: The Clash Of Light And Evil
- Yuki Totsuka sebagai Yuma Hize / Ultraman Arc: Sang protagonis utama dengan kekuatan imajinasi.
- Sho Kaneta sebagai Shu Ishido: Rekan terpercaya Yuma di SKIP.
- Kaho Mizutani sebagai Rin Natsume: Anggota senior SKIP.
- Koichiro Nishi sebagai Hiroshi Ban: Kepala Cabang SKIP Kota Hoshimoto.
- Shoki Nakayama sebagai Motoki Mukawa.
- Hinako Tanaka sebagai Akari Inui: Seorang reporter yang meliput bencana Kaiju.
- Naoto Takenaka sebagai Sascal: Sosok misterius yang menguji Yuma.
- Yuya Hirose sebagai pengisi suara YouPi: Robot pendukung AI maskot SKIP.
(*)
