Film Timur Resmi Tayang, Debut Uwais Pictures yang Angkat Kisah Persaudaraan dan Aksi Menegangkan

Avatar of Lintang
Film Timur
Film ‘Timur’. (Cineplex21)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Industri film aksi Indonesia memasuki babak baru yang bersejarah. Usai menggelar rangkaian Press Conference dan Gala Premiere, film bertajuk ‘Timur’ kini telah resmi menyapa penonton di bioskop-bioskop seluruh Tanah Air.

Film Timur bukan sekadar tontonan aksi biasa, melainkan tonggak sejarah bagi Iko Uwais. Melalui film perdana dari rumah produksi Uwais Pictures ini, sang aktor laga kebanggaan Indonesia tersebut resmi mencatatkan debutnya sebagai sutradara.

Persembahan dari Hati untuk Indonesia Timur

Dalam acara Press Conference dan Gala Premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, pada Kamis (4/12/2025), Iko Uwais mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan perwujudan mimpinya yang sangat personal.

“Timur adalah mimpi yang saya wujudkan bersama tim. Saya tumbuh besar bersama orang Indonesia Timur, sebuah keluarga yang turut merawat saya dari kecil. Maka karena itu saya ingin mempersembahkan sebuah cerita untuk sahabat-sahabat saya di Indonesia Timur,” ujar Iko.

Film ini mengangkat tema besar persaudaraan (brotherhood). Tema ini tidak hanya tercermin dalam naskah, tetapi juga merefleksikan proses panjang dan kekeluargaan dalam terbentuknya rumah produksi Uwais Pictures.

Press screening film Timur. (Istimewa)
Press screening film Timur. (Istimewa)

Sinopsis Film ‘Timur’

Secara garis besar, ‘Timur’ menceritakan tentang dua anak laki-laki bersaudara yang disusui oleh satu ibu. Takdir memisahkan mereka hingga menjalani jalan hidup masing-masing yang sangat berbeda. Waktu mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang tragis: sebagai musuh yang harus saling berhadapan.

Tokoh utama, Timur (Iko Uwais), adalah seorang prajurit pasukan khusus yang sangat terlatih. Ketika sekelompok peneliti diculik oleh kelompok bersenjata di pedalaman terpencil, Timur dan regunya ditugaskan untuk menjalankan misi penyelamatan sandera yang sangat berbahaya.

Misi ini membawa Timur kembali ke tanah masa kecilnya, didampingi oleh sahabat setianya, Sila (Jimmy Kobogau). Saat mereka terjun ke dalam hutan rimba yang penuh marabahaya, tugas militer tersebut berubah menjadi perjuangan pribadi yang berat.

Timur harus menghadapi masa lalunya dan kenyataan pahit di tanah tempat ia dibesarkan, di mana batas antara kawan dan lawan menjadi kabur. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page