Film Esok Tanpa Ibu Tayang di Bioskop, Sajikan Drama Keluarga Mengharukan Berbalut Teknologi AI

Avatar of Lintang
Film Esok Tanpa Ibu
Film Esok Tanpa Ibu. (Cinepolis)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Layar lebar Indonesia kembali kehadiran sebuah karya yang tidak hanya menguras air mata, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang masa depan kemanusiaan.

Film drama fantasi bertajuk “Esok Tanpa Ibu” kini telah resmi tayang di bioskop. Di bawah arahan sutradara visioner Ho Wi Ding, film ini menyajikan premis unik: bagaimana jika kecerdasan buatan (AI) menjadi satu-satunya jembatan untuk melepas rindu pada orang tercinta?

“Esok Tanpa Ibu” menyoroti dinamika keluarga yang rapuh namun sangat dekat dengan realitas kehidupan kita. Kekuatan utama film ini terletak pada jajaran pemainnya yang sangat solid, menyatukan aktor muda berbakat Ali Fikri dengan dua nama besar di industri perfilman, Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman.

Sinopsis Film Esok Tanpa Ibu

Cerita berpusat pada kehidupan Rama (Ali Fikri), seorang remaja yang memiliki hubungan dingin dan renggang dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman). Bagi Rama, sosok pelindung dan pemberi rasa aman hanyalah Ibunya (Dian Sastrowardoyo).

Namun, dunia Rama seakan runtuh saat sang Ibu tiba-tiba jatuh koma akibat masalah kesehatan serius. Kondisi ini membuat Rama semakin terisolasi dan kesal pada ayahnya yang kaku dan sulit berkomunikasi.

Di tengah keputusasaan tersebut, muncul sebuah harapan dari dunia teknologi bernama i-BU. Ini adalah sebuah Artificial Intelligence (AI) canggih ciptaan teman Rama yang mampu menirukan wajah serta suara Ibunya dengan tingkat kemiripan yang luar biasa.

Rama awalnya menggunakan i-BU sebagai pelarian untuk mengobati kesepiannya. Namun, ia kemudian melangkah lebih jauh dengan menjadikan AI tersebut sebagai alat bantu medis untuk merangsang kerja otak Ibunya agar dapat segera terbangun dari koma.

Eksplorasi sisi kemanusiaan dalam teknologi menjadi napas utama dalam film ini. Penonton akan diajak melihat bagaimana “kehadiran” Ibu dalam bentuk digital memberikan kekuatan bagi Rama, sekaligus menjadi pertanyaan besar: apakah teknologi benar-benar bisa menyembuhkan luka hati dan penyakit fisik?

Meski i-BU membuat Rama merasa tidak sendirian, tantangan terberatnya justru ada di dunia nyata, yaitu memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.

Film ini secara berani mempertanyakan apakah AI akan membantu seseorang menerima kenyataan, atau justru membuat mereka semakin sulit untuk move on.

Perjalanan emosional Rama menjadi cermin bagi kita semua tentang sejauh mana teknologi boleh mencampuri urusan hati.

Dengan sinematografi yang apik dan akting memukau dari Dian Sastrowardoyo yang memerankan sosok Ibu yang koma namun “hidup” dalam versi AI, serta Ringgo Agus Rahman yang berhasil membawakan karakter ayah yang rapuh di balik kekakuannya, “Esok Tanpa Ibu” menjadi tontonan wajib tahun ini.

Responsive Images

You cannot copy content of this page