Film Anime 100 Meters Tayang di Indonesia, Pertarungan Sengit Bakat Alami VS Tekad Baja

Avatar of Lintang
Film 100 Meters. (Cinepolis)
Film 100 Meters. (Cinepolis)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Film anime Jepang bertema atletik, 100 Meters, resmi menyapa penggemar di bioskop Indonesia. Film yang diadaptasi dari manga populer karya Uoto ini telah tayang perdana di Tanah Air mulai Jumat, 7 November 2025.

Diproduksi oleh Rock ‘n’ Roll Mountain, Film Anime 100 Meters (dikenal juga sebagai Hyakuemu di Jepang) menawarkan narasi intens mengenai rivalitas, ambisi, dan arti sejati dari persaingan di lintasan lari.

Film ini sebelumnya telah dirilis di Jepang pada September 2025 dan berhasil menarik perhatian kritikus dan penggemar anime olahraga.

Sinopsis Film 100 Meters

100 Meters mengambil premis bahwa jarak 100 meter bukan sekadar perlombaan, melainkan medan penentu nasib seseorang. Fokus utama cerita terletak pada dua karakter dengan latar belakang yang sangat kontras: Togashi dan Komiya.

Togashi adalah seorang bintang lari yang memiliki bakat alami luar biasa. Sejak masa kecilnya, ia mendominasi setiap perlombaan tanpa perlu bersusah payah. Kemenangan baginya adalah hal yang mudah, sebuah anugerah yang telah ia miliki sejak lahir.

Namun, karir Togashi mulai menghadapi titik balik saat kedatangan seorang murid pindahan ke sekolahnya. Murid pindahan tersebut bernama Komiya.

Berbeda dengan Togashi yang penuh talenta, Komiya digambarkan sebagai sosok yang memiliki tekad membara namun minim teknik. Komiya berlari mati-matian, seolah ia sedang berusaha melarikan diri dari kenyataan pahit yang ingin ia tinggalkan.

Melihat semangat Komiya, Togashi terdorong untuk berlatih lebih giat. Pertemuan ini pada dasarnya membentuk benih persahabatan sekaligus rivalitas yang akan menentukan jalan hidup mereka di masa depan.

Seiring berjalannya waktu, persaingan antara Togashi dan Komiya semakin matang.

Togashi berhasil meraih ketenaran, namun seiring bertambahnya kemenangan, ia mulai dihantui rasa takut yang perlahan memperlambat langkahnya di lintasan. Rasa takut untuk mempertahankan status juaranya menjadi beban psikologis tersendiri.

Di sisi lain, Komiya yang awalnya kurang teknik, telah menjelma menjadi pelari papan atas berkat kegigihannya yang luar biasa. Ia berhasil membalikkan kekurangan menjadi kekuatan sejati.

Pada akhirnya, takdir mempertemukan mereka kembali di lintasan lari. Keduanya bersaing sebagai rival utama, siap mempertaruhkan segalanya dalam momen puncak yang disebut “One Blaze of Glory”.

Film ini merupakan adaptasi dari manga 100 Meters karya Uoto, sosok di balik mahakarya sensasional lainnya, Orb: On the Movements of the Earth, yang telah menyentuh hati banyak pembaca. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page