
Sampang, kabarterdepan.com – Upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Margalela terus dilakukan. Salah satunya melalui gelaran Festival Bazar UMKM yang berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 Februari, dan dipusatkan di kawasan Pasar Margalela, Kabupaten Sampang.
Yusron selaku penanggung jawab tenan menyampaikan, festival ini melibatkan 40 pelaku UMKM, terdiri dari 20 UMKM lokal dan 20 UMKM dari luar Kabupaten Sampang. Setiap pelaku usaha dikenakan biaya sebesar Rp750 ribu untuk masa kegiatan selama 15 hari.
“Untuk stand yang berdiri di lokasi ada 40 stand, yakni 20 UMKM lokal dan 20 UMKM luar Sampang. Tujuan kami menghadirkan UMKM luar adalah sebagai pembanding, agar UMKM lokal bisa belajar dan meningkatkan kualitas usahanya,” ujar Yusron saat diwawancarai kabarterdepan.com, Senin (2/2/2026).
Selain itu, Yusron memastikan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi telah disiapkan dengan baik. Akses jalan diberlakukan satu arah mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB, sementara pengamanan dilakukan oleh pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Seluruh rangkaian kegiatan juga telah melalui rapat koordinasi lintas instansi.
“Terkait penggunaan dan penutupan jalan, kami sudah berkoordinasi dengan Polres, Dishub, dan Satpol PP, mulai dari jalur utama hingga alternatif jalan,” tambahnya.
Bazar UMKM Dimeriahkan Hiburan
Festival Bazar UMKM ini turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti live musik, pertunjukan daul, serta lomba karaoke. Lomba karaoke digelar pada 2–7 Februari, dengan jumlah peserta 35 orang kategori umum dan 44 peserta dari kalangan pelajar. Sementara itu, pertunjukan daul dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari.
Salah satu pegiat UMKM yang turut berpartisipasi, Rosa, mengaku merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran bazar ini mampu meningkatkan gairah pelaku UMKM lokal di Kabupaten Sampang.
“Dengan adanya bazar seperti ini, UMKM lokal jadi lebih hidup dan ramai. Pembeli juga semakin banyak,” ungkap Rosa.

Festival Bazar UMKM ini digelar sebagai upaya membangkitkan kembali Pasar Margalela yang sebelumnya sepi pengunjung dan minim kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. (Fais)
