Festival Batik Pungsari 2025 Angkat Citra Batik Lokal Sragen ke Pasar Ekspor

Avatar of Jurnalis: Masrikin
Pengunjung lokal dan luar daerah memadati stan batik di Festival Batik Pungsari, Plupuh, Sragen (masrikin/kabarterdepan.com)
Pengunjung lokal dan luar daerah memadati stan batik di Festival Batik Pungsari, Plupuh, Sragen (masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Suasana Lapangan Desa Pungsari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tampak meriah pada Sabtu (1/11/2025).

Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan Festival Batik Pungsari, ajang tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Festival Batik Pungsari

Festival Batik Pungsari ini digelar sebagai upaya mengangkat potensi industri batik lokal sekaligus memperkuat citra Sragen sebagai desa wisata batik yang siap menembus pasar ekspor.

Kepala Desa Pungsari, Suparmin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap semangat dan kreativitas para pengrajin batik di wilayahnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kualitas dan keunikan batik Pungsari agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Festival diikuti oleh puluhan sentra industri batik dari Desa Pungsari yang menampilkan 14 jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik printing (handprint). Motif dan corak yang dipamerkan menyesuaikan dengan tren pasar terkini, termasuk permintaan ekspor sejumlah negara.

Sejumlah perajin batik turut berpartisipasi, di antaranya Batik Tresno Kusumo, Batik Cahaya Sari, Batik Jori Family, Batik Sri Mulyani, Batik Nur Hasida, Batik Batara Kresna, Batik Widya Kusuma, Batik Letari, Batik Vivi, Shea Batik, dan Batik Tulis Welas Asih.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Pemdes Pungsari dengan Diskumindag, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kominfo, serta Dekranasda Sragen.

Tak hanya menampilkan pameran batik, festival Pungsari ini juga dimeriahkan dengan pentas seni dan tari pelajar dari tingkat PAUD hingga SMK, bazar produk lokal, serta pawai batik yang dilepas langsung oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas.

Suparmin menyebutkan, panitia menyiapkan 79 stand, terdiri dari 20 stand khusus batik dan sisanya untuk UMKM serta kuliner masyarakat setempat.

“Kami berharap kegiatan tahunan ini dapat memperluas jangkauan pasar batik Sragen, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin lokal,” jelasnya.

Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti workshop membatik dan edukasi batik langsung di lokasi acara, pengalaman menarik yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dan mencintai warisan budaya Nusantara.

Salah satu perajin batik, Sri Mulyani, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga sentra produksi batik Pungsari bisa terus maju dan dikenal luas. Akan lebih baik lagi jika event seperti ini juga digelar di daerah lain di Sragen,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat, Festival Batik Desa Pungsari diharapkan menjadi ikon kebanggaan Sragen sekaligus membuka jalan bagi batik lokal menuju pasar internasional

Responsive Images

You cannot copy content of this page