Fakta-Fakta Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Avatar of Redaksi
SnapInsta.to 491422851 18505819117048050 5865821487974272977 n
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat peluncuran Gala Pustaka Nusantara. (@fadlizon)

Nasional, Kabarterdepan.com – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tengah menggarap proyek besar penulisan ulang sejarah Indonesia.

Langkah ini disebut sebagai upaya untuk merevisi dan memperbarui narasi sejarah nasional agar lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan generasi masa kini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya proyek ini karena dinilai banyak generasi muda yang tidak lagi memahami sejarah bangsanya sendiri.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut fakta-fakta penulisan ulang sejarah Indonesia:

Target Selesai Agustus 2025

Pemerintah menargetkan proyek penulisan ulang ini selesai pada Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Proyek ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga upaya substantif dalam menyusun kembali narasi sejarah bangsa.

Libatkan 100 Lebih Sejarawan

Dalam proyek ini, lebih dari 100 sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dilibatkan. Penulisan ulang ini dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Sejarah FIB Universitas Indonesia, Prof. Susanto Zuhdi.

Para ahli sejarah bertugas untuk menulis, menyunting, serta merevisi isi buku berdasarkan kajian ilmiah terkini.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran dari pendekatan narasi tunggal yang selama ini dominan dalam historiografi nasional, menuju narasi yang lebih inklusif dan berdasarkan keberagaman perspektif.

Revisi dan Penambahan Periode Tertentu

Penulisan ulang ini tidak dilakukan dari nol. Pemerintah tetap menjadikan historiografi sebelumnya, seperti Sejarah Nasional Indonesia (1980-an) dan Indonesia dalam Arus Sejarah (2012), sebagai referensi utama. Namun, buku-buku tersebut akan dikritisi dan diperbarui dengan temuan-temuan sejarah terbaru.

“Kami akan update dan menambah beberapa jilid, tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada. Kami melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari banyak perguruan tinggi, yang memang ahli di bidangnya dan punya kompetensi menulis serta menyunting isi buku itu,” jelas Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Fadli menyebut bahwa bagian sejarah 1965, khususnya terkait peristiwa G30S/PKI atau Gestok, tidak akan mengalami perubahan atau perdebatan baru dalam proyek ini.

Fokus revisi justru diarahkan pada penambahan informasi untuk periode-periode yang selama ini kurang tercakup dalam buku-buku sejarah lama, termasuk masa prasejarah hingga pemerintahan modern.

Akan Jadi Buku Ajar Resmi di Sekolah

Buku sejarah versi terbaru ini nantinya akan menjadi acuan resmi dalam pengajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar hingga menengah di seluruh Indonesia.

Dengan pembaruan ini, diharapkan generasi muda memiliki pemahaman sejarah yang lebih utuh dan kontekstual.

Penulisan ulang sejarah nasional bukan hanya soal mengganti paragraf lama dengan yang baru, melainkan menyusun ulang ingatan kolektif bangsa agar lebih jujur, ilmiah, dan mendalam.

Jika rampung sesuai target, buku ini akan menjadi salah satu warisan monumental dalam memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page