Fakta Baru Siswa SMP di Grobogan Tewas Diduga Korban Perundungan: Ada Gumpalan darah di Otak

Avatar of Jurnalis: Masrikin
Suasana rumah duka Angga Bagus Perwira korban perundungan berujung kekerasan di lingkungan Sekolah SMP Negeri di Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)
Suasana rumah duka Angga Bagus Perwira korban perundungan berujung kekerasan di lingkungan Sekolah SMP Negeri di Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Seorang siswa SMP Negeri di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia secara tragis pada Sabtu (11/10/2025).

Korban yang diketahui bernama lengkap Angga Bagus Perwira diduga tewas setelah diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolahnya.

Angga, siswa kelas VII, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di teras kelas VII G sekitar pukul 11.45 WIB, tak lama setelah bel masuk pelajaran keenam berbunyi. Saat kejadian, guru belum berada di dalam kelas.

Ada sejumlah fakta baru dari kasus tersebut. Menurut keterangan para saksi, sebelum insiden fatal tersebut, Angga diduga mengalami beberapa tindakan kekerasan dari teman-teman sekelasnya. Salah satu temannya menyebut bahwa Angga sempat berkelahi dengan EL di dalam kelas saat pelajaran kedua, antara pukul 08.10 hingga 08.50 WIB. Keduanya terlibat baku hantam setelah saling ejek. EL disebut memukul kepala Angga.

“Setelah saling ejek, Angga menendang EL di bagian kaki, lalu EL membalas dengan memukul kepala Angga. Tapi setelah kejadian itu, mereka sudah berdamai,” ungkap salah seorang teman sekelas korban dari kelas VII F, Minggu (12/10/2025).

Namun, situasi kembali memanas. Angga diduga mendapat tekanan verbal dari sejumlah teman lainnya. Salah seorang saksi mengatakan ada yang menantang dengan ucapan, “Kamu beraninya sama siapa?”, yang kemudian memicu perkelahian kedua antara Angga dan AD. Insiden ini terjadi di teras kelas VII G.

Perkelahian tersebut diduga menjadi puncak dari rangkaian kejadian yang berujung tragis. Belum diketahui secara pasti kronologi detik-detik kematian Angga, namun informasi awal menyebutkan bahwa kepala korban terbentur lantai, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.

Paman korban, Suwarlan (45), menyampaikan bahwa jenazah Angga telah selesai diautopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu malam (11/10/2025).

Jenazah siswa SMPN 1 Geyer tersebut kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan menggunakan ambulans.

“Jenazah sampai di rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Suwarlan saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu malam.

Pujiyo (45), paman korban lainnya, menyebutkan bahwa hasil autopsi menunjukkan adanya dugaan kuat kekerasan fisik sebagai penyebab kematian Angga.

“Tulang kepala bagian belakang kanan dan kiri mengalami retak, tulang leher belakang remuk, dan terdapat penggumpalan darah di bagian otak kecil,” ujar Pujiyo.

Penyelidikan Polres Grobogan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, menyatakan bahwa kasus kematian ABP yang diduga akibat perundungan masih dalam penyelidikan. Penyidik dari Satreskrim Polres Grobogan tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman sekolah korban dan para guru SMPN 1 Geyer.

“Masih dalam proses pemeriksaan semua,” kata Rizky saat dikonfirmasi awak media.

Responsive Images

You cannot copy content of this page