Evakuasi Ponpes Al Khoziny Hari Kelima: Keluarga Korban Protes ke Petugas

Avatar of Jurnalis: Husni
Pria berjaket hijau yang merupakan keluarga korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com) 
Pria berjaket hijau yang merupakan keluarga korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com– Puluhan keluarga santri korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny melakukan aksi protes kepada petugas gabungan dan memaksa masuk ke lokasi kejadian.

Melihat hal tersebut sontak petugas yang berjaga di lokasi kejadian menghadang dan melarang keluarga korban untuk mendekati lokasi runtuhnya bangunan.

Perang mulut dan saling dorong antara petugas gabungan dan keluarga korban pun tak terelakkan. Petugas gabungan berusaha memberikan penjelasan kepada keluarga korban untuk tidak mendekati lokasi kejadian karena dapat membahayakan nyawa mereka.

Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny

Salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan namanya tersebut memaksa ingin memasuki lokasi kejadian karena merasa proses evakuasi berjalan sangat lambat.

Pria yang mengenakan jaket hijau tersebut ingin proses evakuasi berjalan cepat karena bau busuk sudah mulai tercium di reruntuhan gedung ponpes Al Khoziny.

“Ayo pak kami cuma ingin membantu. Kenapa proses evakuasi berjalan sangat lambat, ini sudah hari kelima. Kasihan keluarga saya yang jadi korban,” jelas salah satu keluarga korban yang mengenakan jaket hijau.

Setelah diskusi berjalan sengit akhirnya beberapa perwakilan keluarga korban pun diperbolehkan memasuki lokasi runtuhnya bangunan dengan pengawalan ketat petugas gabungan.

Usai melihat lokasi kejadian, keluarga korban yang mengenakan jaket hijau marah kepada petugas karena melihat hanya ada dua relawan yang bekerja.

“Tadi saya lihat, masa cuma dua orang yang kerja. Kita siap bantu dengan segala risikonya. Ayo biar evakuasi berjalan dengan cepat,” tambahnya.

“Masak yang kerja cuma dua orang saja, ini sudah hari kelima. Tolong dong kerja samanya, disini kami resah menunggu evakuasi,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page