
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Musala Pondok Pesantren atau Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dikebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru pada Senin (6/10/2025), dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 50 orang.
Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen Budi Irawan, menyampaikan bahwa sepanjang malam hingga pagi hari tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 jenazah tambahan dari bawah reruntuhan. Dengan penemuan ini, jumlah korban yang masih belum ditemukan diperkirakan tinggal 13 orang.
“Alhamdulillah, dari malam hingga pagi ini berhasil ditemukan 7 jenazah lagi. Jadi, diperkirakan tinggal 13 korban yang masih kita cari di lokasi runtuhnya musala Ponpes di Sidoarjo ini,” jelas Budi dalam konferensi pers.
Ia merinci total korban akibat robohnya bangunan tiga lantai tersebut mencapai 154 orang. Dari jumlah itu, 104 orang selamat, 50 meninggal dunia, dan 13 lainnya masih dalam pencarian. Data ini juga tidak termasuk beberapa potongan tubuh (body part) yang ditemukan tim SAR di lokasi.

BNPB menargetkan proses evakuasi bisa dituntaskan pada hari ini. Menurut Budi, tim Basarnas, Kodim, serta unsur SAR gabungan telah menyusun jadwal pencarian dengan detail agar seluruh korban segera ditemukan.
“Targetnya hari ini bisa selesai, karena tim dari Basarnas maupun Kodim sudah mengatur schedule pencarian dengan detail,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, musala tiga lantai Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) lalu, tepat saat para santri tengah mengikuti aktivitas mengaji. Tragedi ini memicu duka mendalam, mengingat jumlah korban yang cukup besar dan banyak di antaranya masih berusia muda.
Hingga Senin siang, suara alat berat berpadu dengan teriakan komando masih terdengar dari lokasi.
Sementara itu, keluarga korban terus memadati area ponpes dengan doa dan harapan, menunggu kabar dari tim SAR yang berjibaku di tengah tumpukan beton yang nyaris tak bersahabat. (*)
