
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com — Di tengah pesatnya perkembangan minuman kekinian, es tape ketan hitam khas Pacet, Kabupaten Mojokerto tetap menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kuliner tradisional yang digemari masyarakat.
Minuman berbahan dasar tape ketan hitam ini menjadi ikon jajanan rakyat yang mudah ditemui di kawasan wisata Kabupaten Mojokerto, khususnya di area bundaran Pacet.
Pacet dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pegunungan di Mojokerto yang ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama pada akhir pekan dan musim libur panjang.
Keberadaan pemandian air panas, vila, serta wisata alam turut mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro, termasuk pedagang kuliner tradisional.
Warisan Fermentasi Tradisional
Tape ketan hitam merupakan hasil fermentasi beras ketan yang telah dikenal masyarakat Jawa sejak lama. Proses pembuatannya melalui tahap pengukusan, pendinginan, pemberian ragi, dan fermentasi selama dua hingga tiga hari hingga menghasilkan rasa manis dengan sedikit asam alami.
Di Pacet, tape ketan hitam kemudian disajikan dalam bentuk minuman segar dengan tambahan es batu dan air tape (badek). Inovasi sederhana tersebut mulai berkembang sekitar dekade 1990-an seiring meningkatnya kunjungan wisata ke kawasan tersebut.
Selain sebagai jajanan wisata, tape juga kerap hadir dalam tradisi keluarga dan perayaan hari besar sebagai sajian untuk tamu, mencerminkan nilai kebersamaan dan keramahan masyarakat setempat.
Pedagang Es Tape Ketan Hitam di Sekitar Bundaran Pacet
Salah satu pedagang yang konsisten menjual es tape di kawasan bundaran Pacet adalah Pak Suyanto (45). Ia telah berjualan sejak 2009 dan mempertahankan resep tradisional tanpa tambahan bahan modern.
“Saya tetap pakai cara lama, tape dibuat sendiri supaya rasanya pas. Kalau prosesnya salah sedikit, hasilnya beda”. Ujarnya saat ditemui di lapak, Rabu (25/02/2026).
Menurutnya, pada hari biasa ia mampu menjual 10 hingga 20 porsi, sementara pada akhir pekan jumlahnya dapat meningkat hingga dua kali lipat.
” Hari biasa ya bisa jual 10-20 porsian, tapi kalau hari libur bisa 40 porsian lebih bahkan sampai saya pulang ambil lagi, Alhamdulillah,” ujarnya.
Keberadaan pedagang seperti Pak Suyanto dinilai turut menjaga kelestarian kuliner tradisional di tengah persaingan minuman modern berbasis waralaba.

Daya Tarik Wisata Kuliner
Kawasan Dekat bundaran Pacet sendiri dikenal sebagai sentra jajanan rakyat yang menawarkan beragam makanan khas Jawa Timur. Es tape ketan hitam menjadi salah satu menu yang paling dicari wisatawan karena kesegarannya serta harga yang terjangkau.
Dengan cita rasa autentik dan proses pembuatan yang masih tradisional, es tape ketan hitam Pacet tidak sekadar menjadi minuman pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari identitas kuliner daerah yang patut dilestarikan. (Innka)
