
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Momen hari raya idul fitri selalu ada menu kuliner yang menjadi tradisi tersendiri bagi umat muslim. Di Kabupaten Mojokerto terdapat makanan yang masih disuguhkan turun temurun sejak puluhan tahun silam.
Seperti yang ada di Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini. Tradisi makan menu es tape hitam menjadi makanan khas yang disuguhkan saat lebaran.
Tape ketan hitam ini merupakan olahan yang cocok disantap saat siang hari, selain rasanya yang khas, menu ini dapat dinikmati dengan sajian dingin maupun hangat untuk menyambut tamu saat menyambung tali silaturahmi dalam lebaran kali ini.
Seperti yang dirasakan Eky Saputra (18) salah satu warga Kecamatan Mojosari saat berkunjung ke rumah saudaranya yang ada di Kecamatan Pungging.
Ia mengaku, setiap saat lebaran tiba tak pernah lepas untuk menyantap tapai ketan hitam yang disajikan dengan dingin menambah kenikmatan tersendiri usai kelelahan berkunjung ke beberapa tempat.
“Ini tradisi untuk hari raya, ujung-ujung setiap tamu disini selalu dibuatkan es tape ketan hitam,” ungkapnya, Senin (31/3/2025) sore..
Eky mengaku, tradisi seperti makan bersama tape ini telah dilakukan oleh saudaranya itu sejak turun temurun. Bahkan sejak dirinya sejak balita telah ada.
“Dari saya kecil sudah selalu disuguhkan seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, Naimah (56) pemilik rumah yang melestarikan tradisi mengungkapkan, ia menyiapkan sebanyak 5 kilogram tape ketan untuk menyuguhkan setiap tamu yang datang saat hari raya.
“Buat sendiri tiap hari raya selalu disajikan seperti ini, masaknya selama 3 hari,” katanya.
Menurut ibu dengan 3 anak ini, tradisi makan tape ketan hitam telah dilakukan sejak turun temurun nenek moyangnya terdahulu untuk menyuguhkan menu tersebut.
“Ini sudah lama lebih dari 40 tahunan sejak nenek moyang dulu,” pungkasnya. (*)
