
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Es dawet racikan Pak Yanto S yang berjualan di samping rel kereta api, Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, menjadi salah satu minuman legendaris yang masih digemari hingga sekarang.
“Usaha ini sudah jalan kurang lebih tiga puluh tahun,” ujar Pak Yanto saat ditemui, Kamis (17/07/2025).
Es dawet miliknya diracik dengan bahan-bahan khas seperti cincau berbentuk dawet, tape buatan sendiri, gula jawa, dan susu kental manis. Semua bahan dibuat sendiri di rumah, termasuk tape yang dikembangkan setelah terinspirasi dari tetangganya yang pernah mengikuti pelatihan pembuatan tape di Bondowoso.
“Waktu itu saya lihat tetangga ikut pelatihan bikin tape. Saya coba buat sendiri dan ternyata cocok di lidah pelanggan,” tambahnya.
Asal Mula Berjualan Es Dawet
Dulunya, es dawet ini juga dilengkapi gorengan sebagai pelengkap. Namun kini diganti dengan camilan kacang-kacangan dalam kemasan karena istrinya mulai kelelahan menyiapkan gorengan setiap hari.
Menurut Pak Yanto, perbedaan utama es dawet miliknya terletak pada bahan dan cita rasa. Jika es dawet umumnya memakai santan, ia hanya menambahkan sedikit saja dan lebih menonjolkan rasa creamy dari susu kental manis.
“Biar beda dari yang lain. Susu itu lebih creamy, enak, dan agar tidak gampang basi,” jelasnya.
Pak Yanto mengakui awalnya berjualan es dawet karena alasan ekonomi dan ingin punya pekerjaan yang lebih fleksibel. Selain itu, berjualan juga menjadi kesenangan tersendiri baginya karena bisa bertemu banyak orang dan tetap aktif menjalani hari.
Setiap hari, es dawet ini mulai dijual dari pukul 10.00 pagi hingga 16.00 WIB. Ia tidak menghitung pasti berapa porsi yang terjual, tetapi hampir selalu habis.
“Kadang tinggal sedikit, kadang ludes semua. Tapi alhamdulillah selalu habis,” ujarnya.
Sebelumnya, es dawet ini juga pernah memakai tambahan alpukat. Namun karena harga alpukat makin mahal, bahan itu akhirnya ditiadakan. Resep saat ini yang menggabungkan tape dan susu tetap dipertahankan karena pelanggan tidak pernah mengeluh.
Ia berharap kondisi ekonomi ke depan bisa membaik sehingga usaha kecil seperti miliknya juga bisa tetap berjalan dengan lancar.
“Kalau ekonomi bagus, orang beli es ya tinggal beli. Tidak mikir-mikir lagi karena sudah punya uang,” harapnya. (Ceci)
