Eri Cahyadi Pastikan Pembangunan Infrastruktur Surabaya Tetap Jalan Meski Opsen Pajak Turun Rp600 Miliar

Avatar of Redaksi
IMG 20250814 WA0120
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan keterangan kepada awak media. (Husni Habib/kabarterdepan.com) 

Surabaya, kabarterdepan.com- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembangunan infrastruktur di Kota Pahlawan tetap akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan walaupun terjadi penurunan belanja opsen pajak sekitar Rp600 miliar.

“Karena seperti kita tahu, belanja opsen kita turunnya sekitar Rp600 miliar. Jadi itu belanja opsen yang dari kita seperti pembagian PKB dan lain-lain, turunnya Rp600 miliar,” jelas Eri, Kamis (14/08/2025).

Oleh sebab itu, agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan DPRD, sepakat mengajukan pembiayaan alternatif kepada Bank Jatim sebesar Rp452 miliar.

Seperti yang diketahui pembangunan infrastruktur menjadi fokus Eri Cahyadi di periode keduanya. Dengan infrastruktur yang baik maka akan mendongkrak perekonomian Kota Pahlawan yang secara langsung akan menaikkan taraf hidup warganya.

“Alhamdulillah dengan pembiayaan itu, maka infrastruktur tidak akan pernah berhenti pembangunannya,” tambahnya.

Wali Kota Eri juga mengungkap bahwa porsi belanja fungsi infrastruktur tetap sekitar 47,74 persen atau setara dengan tahun sebelumnya. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk fungsi kesehatan 20,35 persen dan fungsi pendidikan 20,91 persen.

“Kalau kesehatan tidak ada mandatory spending, tapi kita memberikan untuk seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan. Jadi yang bersifat sosial itu tidak bisa kita hentikan,” paparnya.

Menurutnya, penurunan opsen pajak sekitar Rp600 miliar, membuat APBD 2025 hanya tersisa Rp11 triliun lebih. Dari jumlah tersebut, belanja yang bisa digunakan hanya sekitar Rp1,75 triliun karena sebagian besar terserap untuk mandatory spending maupun fungsi kesehatan dan pendidikan.

Ia memastikan pembiayaan itu akan dilunasi sebelum masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya berakhir pada tahun 2030. “Saya pastikan bahwa pembiayaan itu harus selesai di tahun 2029, sebelum saya berakhir di tahun 2030,” pungkasnya. (Husni)

Responsive Images

You cannot copy content of this page