
Blora,Kabarterdepan.com-12.172 Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT), melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Blora tahun 2025, gagal diterbitkan. Hal itu dikarenakan adanya efisiensi anggaran melalui Inpres No 1 Tahun 2025.
Kasubag tata usaha Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Blora Machmud Destianto menuturkan, efisiensi anggaran berdampak langsung pada program PTSL di Kabupaten Blora tahun 2025. Menurutnya, pemangkasan itu mencapai 65 persen dari target yang telah ditentukan untuk tahun ini.
“Dampak efisiensi anggaran, kuota PTSL di Kabupaten Blora menjadi 6.636 bidang SHAT yang akan diterbitkan,” terang Machmud, Kamis (20/2/2025).
Dikatakan, sebelumnya BPN Blora telah menargetkan untuk tahun 2025 sebanyak 18.808 SHAT yang akan diterbitkan melalui program PTSL. Sehingga, sambung Machmud target tersebut dapat dimaksimalkan untuk penuntasan tanah yang belum tersertifikasi.
Lalu, ia mengatakan dari total yang telah dipangkas dapat dipetakan untuk pemenuhan kuota tahun 2025. Bahkan, BPN Blora telah melakukan pengangkatan panitia ajudikasi PTSL di enam desa dari lima kecamatan yang berada di Kabupaten Blora.
“Pelantikan dan pengangkatan sumpah panitia ajudikasi PTSL baru kemarin Senin (17/2/2025),” singkatnya.
Diungkapkan, beberapa desa terpilih yang masih menerima program PTSL tahun 2025, yaitu, Desa Sambiroto dan Sonokidul Kecamatan Kunduran. Lalu, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan. Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo. Desa Keser, Kecamatan Tunjungan. Desa Ketringan, Kecamatan Jiken.
“Total desa itu memiliki potensi yang dapat diupayakan untuk dapat mencetak 6.636 SHAT, melalui program PTSL 2025,” ujar Machmud.
Bila target tersebut tidak tercapai hingga pertengahan tahun, kata dia, maka akan menambah di beberapa desa, sesuai sisa kuota tahun 2025.
“Pertengahan tahun akan dilakukan penambahan atau optimalisasi untuk memenuhi kuota yang tersisa,” kata dia.
Lebih lanjut, KKS Umum dan Kepegawaian BPN Blora, Slamet menambahkan program PTSL sesuai target yang diprogramkan sebelumnya akan berakhir di tahun 2025. Sehingga untuk tahun 2026, BPN Blora belum mengetahui secara pasti untuk program tersebut.
“Kalau dari program PTSL berakhir pada tahun 2025. Sehingga tahun 2026 belum diketahui program tersebut,” terang dia.
Sebagai informasi tambahan, BPN Blora pada tahun 2024 mampu menerbitkan SHAT sebanyak 13.096. Angka tersebut dinaikan atau ditargetkan menjadi 18.808 SHAT. Target itu direncanakan untuk menutup kekurangan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, adanya efisiensi anggaran melalui Inpres No 1 Tahun 2025, belasan ribu SHAT di Kabupaten Blora gagal diterbitkan melalui program PTSL.(Fitri)
