
Grobogan, kabarterdepan.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga AB (13), siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, yang tewas pada Sabtu (11/10/2025) usai diduga menjadi korban perundungan oleh teman-temannya di sekolah.
Korban yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara itu tinggal bersama neneknya, Kustinah, di sebuah desa di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Sementara kedua orang tuanya, Salendra dan Ike, tengah merantau di Cianjur, Jawa Barat.
Paman korban, Suwarlan (45), menyatakan kekecewaan dan kesedihannya atas peristiwa tragis yang menimpa keponakannya. Ia berharap pihak berwenang serius mengusut tuntas kejadian ini.
“Kami sangat terpukul. Anak ini tidak bersalah, tapi malah jadi korban kekerasan. Kami minta keadilan, siapapun pelakunya harus bertanggung jawab,” ujar Suwarlan saat ditemui di rumah duka, Sabtu (11/10/2025).
Suwarlan juga menambahkan bahwa dari informasi yang diperoleh keluarga, kekerasan terhadap AB tidak hanya dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh beberapa siswa, dan peristiwa itu diduga sudah terjadi lebih dari satu kali.
Menunggu Polres Grobogan
Paman lainnya, Pujio, turut menyampaikan bahwa AB sempat mengeluh sakit dan merasa tidak nyaman akibat perlakuan teman-temannya di sekolah beberapa minggu sebelum insiden terjadi.
“Dia pernah bilang kalau pernah dibuly dipukul bagian kepala dan dada, dan Neneknya sempat melabrak ke sekolah,” ucap Pujio dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, Jenazah korban saat ini masih berada di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi untuk keperluan autopsi. Sementara pihak keluarga menunggu hasil pemeriksaan medis dan proses pemeriksaan dari pihak Polres Grobogan.
