Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Bank Jatim di Sampang Berakhir Kekeluargaan, Aktivis PMII Ungkap Kekhawatiran

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Bank Jatim Sampang. (Gais/kabarterdepan.com) 
Bank Jatim Sampang. (Gais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com — Kasus dugaan pelecehan terhadap salah satu siswi SMK di Kabupaten Sampang yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Bank Jatim Sampang berakhir diselesaikan secara kekeluargaan. Peristiwa dugaan tindakan asusila itu terjadi pada akhir September 2025.

Keluarga korban sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polres Sampang pada Selasa (7/10/2025). Namun, berdasarkan keterangan Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan pada Rabu (5/11/2025).

“Kasusnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar AKP Eko Puji Waluyo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/11/2025).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kopri PMII Sampang, Juhairiyah, menyayangkan penyelesaian kasus kekerasan seksual dengan cara kekeluargaan. Dirinya menilai, langkah seperti itu justru bisa membuka peluang terulangnya kasus serupa.

“Saya sering mengawal kasus sejak 2020. Untuk kekerasan seksual, sekecil apa pun perbuatannya tidak boleh diberi keringanan, apalagi yang terjadi pada siswi SMK. Meskipun kategorinya hanya ucapan, itu hal kecil yang bisa berdampak besar. Kalau dimaafkan, bisa saja nanti terjadi lagi hal-hal yang lebih parah,” ujarnya saat di wawancarai kabarterdepan.com, Rabu malam (12/11/2025).

Juhairiyah juga mengungkapkan bahwa sejak 2020 hingga 2025, angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Sampang terus meningkat. Juhairiyah berharap aparat penegak hukum bisa lebih tegas dalam menindak pelaku agar ada efek jera.

“Kalau hal kecil seperti ini dibiarkan, akan terulang kembali. Kita seharusnya mengantisipasi dan menindak tegas pelaku,” tegasnya khawatir.

Oknum Pegawai Bank Jatim Dimutasi

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima kabarterdepan.com, oknum Bank Jatim tersebut diketahui telah dimutasi ke Surabaya. Sumber juga menyebutkan bahwa oknum yang sama diduga pernah melakukan pelecehan terhadap siswi PKL di Pamekasan. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page