
Blora, Kabarterdepan.com – Sudah lebih dari satu tahun sejak diresmikan, dua rumah sakit di Kabupaten Blora masih belum melayani peserta BPJS Kesehatan. Akibatnya, warga peserta BPJS harus mencari layanan ke rumah sakit lain yang telah bekerja sama dengan BPJS.
Dua rumah sakit tersebut adalah RSUD Samin Surosentiko, di Kecamatan Randublatung dan RS Bhayangkara di Kecamatan Kunduran. Keduanya hingga kini masih dalam tahap penjajakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menyampaikan bahwa belum tersedianya layanan BPJS di dua rumah sakit itu disebabkan proses administrasi dan verifikasi kerja sama yang masih berlangsung.
“RSUD Randublatung dan RS Bhayangkara saat ini belum menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga belum bisa melayani peserta BPJS,” ujar Wahyu, Rabu (11/06/2025).
Meski begitu, Wahyu menegaskan bahwa seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Blora telah bekerja sama dengan BPJS. Hal ini memungkinkan peserta tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dasar.
“Untuk puskesmas, semuanya sudah bekerja sama. Peserta BPJS tetap bisa mendapatkan layanan di fasilitas terdekat,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan seluruh persyaratan, yang dibutuhkan untuk kerjasama dengan BPJS, dan kini masih menunggu hasil verifikasi.
“Kami masih menunggu hasil verifikasi. Proses kerja sama terus berjalan dan kami berharap bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Dengan rampungnya proses ini, masyarakat Blora diharapkan segera bisa mengakses layanan kesehatan yang lebih lengkap dan dekat melalui kedua rumah sakit tersebut.
Sebagai informasi, RSUD Samin Surosentiko dan RS Bhayangkara diresmikan pada tahun 2024. Adapun RS Bhayangkara dibangun di atas tanah hibah dari Pemkab Blora kepada Polda Jateng seluas 22.629 meter persegi. (Fitri)
