
Surabaya, Kabarterdepan.com – Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga kini masih belum memiliki direktur definitif. Hal ini tentu saja berdampak pada pengelolaan yang kurang maksimal. Sebelumnya KBS telah membuka 3 kali rekrutmen namun gagal.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, S.Sos., M.Si., mengatakan ketiadaan direktur definitif di KBS menjadi perhatian khusus DPRD Surabaya. Oleh sebab itu dirinya berharap di tahun 2026 ini KBS harus memiliki direktur definitif yang baru agar pengelolaannya lebih optimal.
Ia menekankan bahwa proses seleksi ke depan harus lebih selektif sejak awal, terutama dalam menilai latar belakang dan kompetensi calon direktur.
“Kalau menurut saya, tahun 2026 ini harus sudah ada direkturnya. Jangan sampai gagal lagi. Sebelum tes itu sudah harus dilihat dulu, orang ini layak atau tidak. Kalau memang tidak sesuai bidangnya, ya jangan dites,” kata Machmud, Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut dalam menilai calon direktur definitif latar belakang dan kompetensi harus dilihat dan dipelajari terlebih dahulu, sehingga jika tidak cocok tidak perlu dilakukan proses seleksi lebih lanjut.
Hal ini juga berguna untuk menghemat waktu. Dirinya melihat absennya direktur utama juga berdampak langsung pada kinerja KBS, yang dinilai stagnan tanpa inovasi baru.
“Sekarang ini kan tidak ada improvisasi, tidak ada inovasi. Polanya itu-itu saja. Kalau momen tahun baru atau Lebaran ramai, itu memang sudah musimnya,” tambahnya.
DPRD Surabaya Beri Rerkomendasi ke Pemkot
Komisi B DPRD Surabaya akan menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Surabaya agar proses pengisian jabatan tidak gagal lagi.
Dirinya berharap dengan adanya direktur utama yang kompeten, KBS dapat berkembang lebih baik melalui inovasi layanan dan pengelolaan profesional.
“Perubahan status kelembagaan KBS dari PD menjadi Perseroda berpengaruh pada struktur dan pengisian direksi, dengan kemungkinan akan ada pemanggilan atau pembahasan lanjutan seiring dengan rampungnya Perda baru,” pungkasnya.
