DPRD Sleman Minta Relokasi Pedagang ke Pasar Godean Ditunda, Ada Apa?

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro saat meninjau Pasar Induk Godean, Sleman, DIY, (Rabu/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro saat meninjau Pasar Induk Godean, Sleman, DIY, (Rabu/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memindahkan pedagang ke Pasar Induk Godean pada 29 Oktober mendatang mendapat sorotan dari DPRD Sleman.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, meminta Pemkab Sleman menunda relokasi setelah pihaknya menemukan sejumlah kekurangan fisik dan kerusakan bangunan di pasar tersebut.

“Tadi malam kami mendapat laporan kios-kios masih tergenang air saat hujan. Ini tentu menjadi keprihatinan kita semua,” ujar Hasto usai melakukan peninjauan bersama Komisi B DPRD Sleman, Rabu (22/10/2025).

Hasil Peninjauan DPRD Sleman

Hasto menjelaskan, sejumlah talang air bocor dan lantai pasar tergenang masih terlihat di beberapa titik. Kondisi ini dinilai tidak layak untuk ditempati para pedagang yang akan segera menempati lokasi baru.

“Kami tidak ingin pedagang resah dan tidak nyaman berjualan. Ketika pasar diisi tapi masih banyak rembesan dan bocor, tentu akan berdampak pada aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Temuan tersebut memperkuat hasil evaluasi Komisi B DPRD Sleman yang sebelumnya juga menilai banyak aspek material di Pasar Induk Godean belum memenuhi standar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman, H. Surana, menyebut masih ada pilar bangunan yang rembes, talang bocor, serta sistem drainase yang belum optimal.

“Kami audit dulu apa saja yang kurang untuk segera dipenuhi. Hasilnya nanti juga akan kami sampaikan ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) sebagai pihak yang mengerjakan,” kata Surana.

Ia menambahkan, DPRD telah mengalokasikan dana darurat Rp500 juta dari APBD untuk perbaikan di dua lokasi, yakni Pasar Godean dan Pasar Tempel. Namun jumlah itu bisa bertambah jika ditemukan kerusakan baru.

“Untuk sementara Rp500 juta digunakan perawatan sederhana di Pasar Godean. Kalau Pasar Tempel hanya bikin sumur dan perawatan ringan,” ujarnya.

Pemkab Sleman dimintanya memastikan kondisi pasar benar-benar siap sebelum pedagang dipindahkan, agar relokasi tidak menimbulkan keresahan maupun gangguan aktivitas ekonomi. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page