Doktor Asal Perancis Terkesan dengan Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta yang Punya Banyak Varietas

Avatar of Redaksi

 

Kebun Plasma Nutfah
Dr Cristophe Lesueur dari Institut Agro Montpellier, Perancis melakukan penjajakan di Kebun Plasma Nutfah Pisang, Malangan, Jalan Lingkar Selatan, Giwangan, Kota Yogyakarta, Kamis (6/2/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com- Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta yang terletak di Kelurahan Giwangan Kota Yogyakarta menarik perhatian sejumlah pihak karena varietas yang dimiliki dicap sebagai yang terlengkap di Indonesia. Salah satunya adalah Dr Christophe Lesueur dari Institut Agro Montpellier, Perancis.

Dirinya mengunjungi kebun plasma nutfah pada Kamis (6/2/2026) didampingi oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dian Novita Susanto untuk melihat dan melakukan penjajakan di tempat yang nantinya bisa menjadi peluang kerjasama untuk program beasiswa bagi para pelajar perempuan untuk bisa melanjutkan pendidikan yang jauh lebih layak.

Christophe tampak terkesan dengan berbagai varietas pisang yang dimiliki di tempat yang masih dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tersebut.

“Saya terkesan dengan kemandirian di sini, tidak hanya dari varietas nya saja, tapi juga fasilitas yang dimiliki,” katanya saat diwawancarai wartawan.

“Saya impress dengan plasma pisang ini memberikan suatu servis luar biasa, ketika petani bisa membeli dengan harga yang sangat murah dan juga kemandirian yang dilakukan di departemen (Dinas Pangan dan Pertanian) ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua HKTI, Dian Novita Susanto menyampaikan jika kunjungan pihaknya bersama Christophe adalah langkah lanjutan untuk kedepan bisa memberikan beasiswa kepada para siswa di tingkat SMA/SMK di Jogja untuk bisa meneruskan ke perguruan tinggi yang ada di luar negeri baik di Tiongkong Maupun Perancis.

“Kami membuka kerjasama dengan mereka (kampus luar negeri), oleh karena itu Dr christopher memapping apa yang bisa dikerjasamakan, bagaimana ke depan bisa membuat program bersama antara Jogja dan perancis,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dirinya dan Christophe sudah 4 hari di Jogja dan mengunjungi sejumlah tempat yang memiliki potensi pertanian untuk mengetahui industri yang ada. Pihaknya berharap dengan menjajaki pertanian yang ada di Jogja dan khususnya di kebun plasma nutfah pisang, kedepan ada hal yang bisa dikerjasamakan.

Rencanakan Bantuan untuk Kebun Plasma Nutfah

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi menyampaikan dirinya telah berdialog dengan HKTI maupun Christophe untuk memberikan informasi terkait potensi pertanian yang ada di Kota Yogyakarta, khususnya kebun plasma nutfah pisang dengan ratusan varietasnya.

“Plasma ini dari yang mereka pelajari, mereka berharap bisa membantu dari sisi teknologi. Kalian tadi membicarakan masih umum, belum ada MoU. Tapi kepastiannya, kedepan ada andil dari mereka dalam pengembangan plasma pisang dengan teknologinya,” ujarnya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page